Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jatah Vaksin Covid-19 untuk Grobogan Tiba, Ada 9.680 Dosis

Jatah vaksin Covid-19 untuk Grobogan sudah tiba di kantor Dinkes. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan akhirnya menerima jatah vaksin Covid-19 tahap pertama, Sabtu (23/1/2021). Jatah vaksin Sinovac ini tiba di Kantor Dinas Kesehatan Grobogan sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, vaksin itu sudah ada di gudang logistik Dinkes Provinsi Jateng di Semarang. Vaksin tersebut diambil oleh tim Dinkes Grobogan dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan KLB Dinkes Grobogan Pujiono mengatakan, jumlah vaksin tahap pertama yang diterima sebanyak 9.680 dosis. Setelah sampai, vaksin tersebut langsung disimpan di tempat khusus yang sudah disiapkan sebelumnya.

Selanjutnya, pada Minggu besok hingga Senin, vaksin itu akan didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit.

Vaksin sebanyak ini nantinya akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang ada di 30 puskesmas dan delapan rumah sakit se-Kabupaten Grobogan.

“Rencananya, vaksin diperuntukkan bagi 4.822 tenaga kesehatan serta 10 pejabat publik. Untuk pencanangan vaksinasinya dijadwalkan hari Senin lusa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo pada kesempatan sebelumnya menegaskan, vaksin tahap pertama ini memang diprioritaskan terlebih dahulu bagi tenaga kesehatan.

Setelah itu, kedatangan vaksin tahap selanjutnya akan diprioritaskan bagi petugas pelayanan publik, lansia, masyarakat rentan dan akhirnya diperuntukkan bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Untuk tahap vaksinasi kepada masyarakat diperkirakan dimulai pada bulan Maret atau April mendatang,” katanya.

Slamet menegaskan, sambil menunggu kedatangan vaksin tahap pertama ini, pihaknya sudah melakukan persiapan terkait pelaksanaan vaksinasi. Antara lain, menyiapkan SDM atau petugas khusus yang sudah mendapat pelatihan cara melaksanakan vaksinasi.

Kemudian, pihaknya juga sudah memiliki tempat penyimpanan vaksin dan mempersiapkan sosialisasi pada masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak.

“Untuk persiapan yang berkaitan dengan pelaksanaan vaksinasi sudah kita lakukan. Kemudian, petugas dan tempat penyimpanan vaksin sudah kita siapkan,” sambungnya.

Slamet menambahkan, target vaksinasi dilakukan pada sekitar 70 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 700 ribu orang.

Sedangkan sekitar 30 persen penduduk lainnya tidak diberikan vaksinasi dulu. Mereka ini antara lain adalah ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...