Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cerita Relawan Asal Kudus Bertugas di Mamuju, Evakuasi dan Hilangkan Trauma Anak Korban Gempa

Achmad Faisal saat berada di Pos Kordinator MDMC Sulawesi yang digunakan sebagai tempat logistik. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Relawan asal Kudus yang tergabung bersama tim Alfa SAR Muhammadiyah Jawa Tengah, Achmad Faisal saat ini bertugas di Mamuju, Sulawesi Barat, untuk membantu mengatasi dampak bencana gempa. Ia ditugaskan tepatnya di Pos Kordinator MDMC Sulawesi.

Setelah bertugas di tim Search and Rescue (SAR) bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), saat ini Faisal bertugas menghilangkan trauma anak-anak terdampak gempa.

Achmad Faisal sebelumnya mendapat tugas selama empat hari untuk membantu Basarnas melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tugas itu selesai dilakukannya pada Kamis (21/1/2021) lalu.

Pada Jumat (22/1/2021) kemarin dia ditugaskan di tim Psikososial untuk menghilangkan trauma anak-anak di pengungsian. Mereka rata-rata duduk di bangku TK hingga kelas VI SD.

Anak-anak korban gempa di Mamuju sedang senam bersama untuk menghilangkan trauma. (MURIANEWS/Istimewa)

“Tugasnya menghibur dan menghilangkan trauma anak-anak. Karena ini masih pandemi kami menghiburnya per individu. Salah satunya kami ajak main dan senam,” katanya saat dihubungi MURIANEWS, Sabtu (23/1/2021).

Kegiatan menghilangkan trauma anak-anak korban gempa di Mamuju itu dilakukan setiap hari. Sehari dua kali. Yakni pada pagi hari pukul 07.00 sampai 08.30 WIB dan sore pukul 14.00 sampai 16.00 WIB.

“Pagi biasanya diisi senam dan permainan tradisional. Sorenya lebih ke kegiatan religi seperti mengaji,” ujarnya.

Baca: MDMC Kudus Kirim Relawan SAR Bantu Korban Gempa Mamuju-Majene

Nantinya, Faisal akan berada di Mamuju hingga akhir Januari 2021. Namun, dia selalu siap ketika nantinya masa penugasan diperpanjang.

Ditanya untuk kebutuhan korban gempa, saat ini bantuan yang paling dibutuhkan yakni makanan, popok bayi, dan susu untuk balita. Sedangkan untuk bantuan pakaian sudah banyak yang diterima pengungsi.

“Harapan kami ada donatur-donatur yang memberikan bantuan makanan kepada pengungsi. Karena untuk kebutuhan makanan di sini sangat dibutuhkan pengungsi,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...