Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Pati Targetkan PAD Sektor Perikanan Tahun Ini Rp 11 Miliar

Pekerja membongkar ikan di salahbsatu tempat pelelangan ikan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pati menarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan tahun ini sebesar Rp 11 miliar. Target tersebut mengalami kenaikan signifikan setelah pada tahun lalu hanya sebesar Rp 6,7 miliar.

Kabid Pembinaan dan Pengelolaan TPI ( P2TPI) pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Pati Dwi Endang Subekti mengatakan, target tahun ini menjadi tantangan bagi Dislautkan. Apalagi kenaikannya cukup siginifikan.

“Kenaikannya memang lebihbdari 2/50 persen. Karena itu, untuk mencapai target membutuhkan kerja ektra. Apalagi masih dalam situasi pandemi,” katanya.

Ia menyebutkan, penambahan target tersebut lantaran PAD pada 2020 lalu, pihaknya mampu melampaui target, yakni Rp 8 miliar dari target utama yang hanya Rp 6,8 miliar. Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis dapat mencapai target tersebut.

“Naiknya signifikan. Dibilang berat, ya cukup berat, karena situasinya seperti ini. tetapi kami mempunyai target untuk pendapatan setiap triwulan,” ungkapnya..

Dia menambahkan, untuk triwulan pertama hingga kedua, target pendapatan mungkin sedikit lebih rendah. Lantaran belum musim ikan dan banyak nelayan yang belum kembali. Tetapi, pada triwulan ketiga, pendapatan bisanya meningkat seiring dengan hasil tangkapan para nelayan yang melimpah.

“Ini biasanya terjadi pada September hingga Desember. Pada bulan-bulan tersebut, nelayan biasanya banyak membawa pulang ikan. Inilah keuntungan bagi kami, karena setiap pembongkaran, mereka tetap melalui TPI,” imbuhnya.

Untungnya, lanjut Endang, para pengusaha yang membeli ikan dari Pati, cukup proaktif. Dalam artian, setelah turun dari kapal, ikan tidak langsung dimasukkan ke cold storage, tetapi melalui pembongkaran di TPI terlebih dahulu.

“Karena pendapatakn kami ini kan dari retribusi, bukan penjualan ikana. Kalau para pembeli tidak melalui lelang di TPI, ya kami tidak ada pemasukan. Tapi alhamdulillah semua pedagang masih proaktif dengan kami, sehingga pendapatan tetap memenuhi target,” tutupnya.

 

Reeporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...