Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PTM Sukun Yakin Atletnya Mampu Bersaing di Kualifikasi Olimpiade Tokyo

Siti Amina (tengah) berfoto bersama dengan Manajer PTM Sukun Fredi Pramono (kuning) dan Pelatih Kepala Tim Tenis Meja Sukun Donny Prasetya Aji (biru). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Satu atlet Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun, Siti Aminah yang tergabung di kontingen tenis meja Indonesia akan terjun di Kualifikasi Olimpiade Tokyo yang digelar di Qatar National Training Center pada 3 sampai 15 Maret 2021 mendatang.

Dalam kualifikasi itu, Aminah bakal bersaing dengan negara-negara Asia untuk memperebutkan tiket Olimpiade Tokyo. Manajer dan Pelatih PTM Sukun optimistis anak asuhnya itu dapat bersaing selama kualifikasi.

Manajer PTM Sukun Fredi Pramono mengatakan, keikutsertaan Siti Aminah merupakan yang pertama kali bagi atlet 17 tahun itu. Namun, Fredi yakin anak asuhnya dapat berbicara banyak.

Pasalnya, berbagai podium turnamen tenis meja skala nasional maupun internasional kerap disabet oleh Siti Aminah.

“Kami optimistis karena peluang tetap terbuka bagi semua peserta. Track recordnya Aminah kan juga Timnas. Apalagi ini kan yang merekomendasikan dari PP PTMSI. Pasti mereka juga banyak pertimbangan,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Menurut dia, saat ini anak asuhnya tinggal mempersiapkan mental saja. Karena level persaingannya lebih sulit dari pertandingan-pertandingan yang sudah dijalani. Karena level yang dihadapi saat ini kualifikasi Olimpiade.

Siti Amina berlatih fisik di GOR Sukun Sport Center, Rabu (20/1/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Di kualifikasi Olimpiade Tokyo ini, ada beberapa negara peserta yang bakal ikut serta. Persaingan dimulai di level Asia Tenggara. Setelah itu, Siti Aminah akan beradu lagi dengan negara-negara Asia.

“Kalau untuk rule di kualifikasi Olimpiade Tokyo ini kami belum tahu pastinya. Tapi kalau melihat yang sudah-sudah biasanya dibentuk grup dulu. Terus nantinya yang melaju ke Olimpiade itu juara satu dan dua,” sambungnya.

Menurutnya peta persaingan di level Asia Tenggara masih didominasi oleh Singapura dan Thailand. Sebab, untuk Thailand didominasi pemain level dunia. Sedangkan untuk Singapura didominasi oleh naturalisasi Tiongkok. “Harapan saya Aminah bisa lolos ke Olimpiade. Karena tidak ada yang tidak mungkin,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan oleh Pelatih Kepala Tim Tenis Meja Sukun Donny Prasetya Aji. Ia yakin Siti Aminah mampu berbicara di kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, beberapa aspek masih perlu dibenahi. Seperti teknik, fisik, dan daya tahan.

“Untuk Aminah tinggal pemantapan teknik mempertajam serangan dan tingkatkan daya tahan. Untuk mempertajam serangan kami latih dengan driling. Untuk daya tahannya kami genjot dengan fisik,” ujarnya.

Donny tidak memungkiri bahwa persaingan di kualifikasi Olimpiade terbilang berat. Dia menyebut beberapa negara yang dikelompokkan berdasarkan divisi. Tiap-tiap divisi itu diurutkan berdasarkan kekuatan negara di ajang tenis meja.

Baca: Selangkah Lagi Impian Atlet Tenis Meja PTM Sukun Ini Berlaga di Olimpiade Tokyo Bisa Jadi Kenyataan

Divisi satu didominasi oleh negara elite yang memiliki kemampuan paling baik. Di antaranya Tiongkok, Jepang, Korea, Hongkong, dan Taiwan.

Lalu, untuk Siti Aminah yang berada di kontingen Indonesia duduk di divisi kedua bersama Singapura, Thailand, Iran, dan Vietnam. Sementara untuk divisi ketiga diisi negara Malaysia, Laos dan negara lainnya.

“Memang persaingan berat karena kiblat negara-negara kuat untuk tenis meja itu malah negara Asia. Bukan negara Eropa. Kalau Eropa hanya Jerman yang bisa dibilang kuat,” pungkasnya.

Saat ini Donny mengaku belum mengetahui sistematika kualifikasi Olimpiade Tokyo yang digelar di Doha, Qatar. Namun, berdasarkan pengalamannya yang juga pernah terjun di kualifikasi Olimpiade, biasanya negara peserta akan diadu berdasarkan zona terlebih dahulu.

Dalam konteks ini Siti Aminah dan kontingen tenis meja Indonesia akan dihadapkan dengan negara-negara Asia Tenggara (Asean) terlebih dahulu. Setelah itu jika masih berlanjut akan kembali diadu dengan negara Asia.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...