Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hasil Retribusi dari Pasar di Kudus Lebihi Target Meski di Tengah Pandemi

Pasar Rakyat Kudus mulai dipadati pedagang dan pembeli. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Realisasi pendapatan daerah dari retribusi pasar di Kudus tahun 2020 tercatat mencapai Rp 7,049 miliar. Jumlah itu melebihi target yang telah ditentukan sebelumnya, yakni Rp 6,132 miliar, meski tengah dilanda pandemi.

Besaran retribusi tersebut diraih dari 27 pasar yang ada di Kudus. Seperti Pasar Kliwon, Pasar Baru, Pasar Bitingan, Pasar Jember, dan beberapa pasar lain yang ada di Kudus.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harrys Yunanto merincikan, dari sembilan pengelolaan area retribusi yang disasar kebanyakan melebihi target. Seperti pada retribusi pelayanan kebersihan, retribusi pelataran, los, kios hingga retribusi tempat parkir khusus.

“Rata-rata melebihi target. Retribusi pemakaian kekayaan daerah atau penyewaan tanah dan bangunan, seperti penyewaan kios, hanya itu yang tidak tercapai,” katanya, Rabu (20/1/2021).

Sementara, di tahun 2021 ini target pendapatan dinaikkan sekitar Rp 4 miliar dari tahun 2020, yakni menjadi sebesar Rp 10 miliar. Pihaknya pun akan mengupayakan semaksimal mungkin agar bisa tercapai.

Meskipun pada tahun 2021 jumlah pasar yang pihaknya kelola untuk mendapatkan retribusi berkurang. Yang semula 27 pasar, kini hanya 25 pasar.

“Berkurang dua, karena Pasar Hewan Gulang dan Pasar Hewan Jurang di tahun 2021 ini dikelola oleh Dinas Pertanian,” terangnya.

Ia merincikan, beberapa upaya akan dilakukan agar target tersebut bisa tercapai. Seperti dengan memaksimalkan sewa kios yang ada di pasar di Kudus, hingga lebih memaksimalkan dan mengintensifkan penagihan retribusi.

“Penyewaan kios seperti di Pasar Baru masih ada yang kosong akan kami maksimalkan,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...