Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Enam Desa di Kudus Tergenang Banjir, Ratusan KK Terdampak

Salah satu rumah yang sempat tergenang banjir limpasan di Desa Kesambi. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Hujan deras yang turun di Kabupaten Kudus sedari Senin (18/1/2021) malam hingga Selasa (19/1/2021) sore ini mengakibatkan sejumlah desa di Kabupaten Kudus sempat terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, ada enam desa di dua kecamatan yang sempat dan masih tergenang banjir hingga petang ini. Yakni lima desa di Kecamatan Mejobo dan satu desa di Kecamatan Jati.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo menuturkan, lima desa di Kecamatan Mejobo yang terendam banjir adalah di Desa Kesambi, Termulus, Golan Tepus, Mejobo, dan Gulang.

“Sementara untuk satu desa di Kecamatan Jati adalah di Jati Wetan,” katanya, Selasa petang.

Dari enam desa tersebut, ribuan kepala keluarga pun terdampak. Baik akibat tergenangnya rumah maupun merasakan limpasannya.

“Berdasarkan laporan ada ratusan KK yang terdampak maupun sempat terdampak dengan adanya genangan air ini, terutama di Kecamatan Mejobo,” ujarnya.

Untuk yang rumahnya tergenang, lanjut dia, ada lima rumah warga yang tergenang di Desa Temulus dan 50 rumah warga di Desa Golantepus. Air limpasan juga menggenangi sejumlah rumah di Jati wetan.

“Penyebab utamanya memang hujan dengan intensitas yang tinggi, tapi untuk banjir di Desa Golantepus juga dikarenakan ada tanggul yang sempat jebol di areal persawahan,” terangnya.

Sampai saat ini sendiri, pihaknya masih melakukan pemantauan daerah-daerah rawan banjir di dua kecamatan tersebut.

Terlebih, tanggul Sungai Piji di Desa Kesambi membutuhkan penguatan untuk mencegah jebolnya tanggul akibat luapan air dari daerah hulu.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan perlu adanya pembuatan jaring di bagian hulu. Sehingga dampak orang yang membuang sampah sembarangan di daerah hulu, tidak selalu dirasakan daerah hilir.

“Nanti juga akan ada petugasnya, supaya ini tidak terjadi terus menerus,” jelas dia.

Sementara berdasar laporan yang dia terima, sejumlah lokasi terjadinya genangan kini mulai surut. Tapi pihaknya tetap menginstruksikan untuk tetap menyiapkan tempat pengungsian.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...