Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Usulkan 502 Formasi PPPK, Sebagian Besar Guru

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) tengah mengikuti upacara. (Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus mengajukan usulan 502 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Catur Widyatno merincikan, usulan tersebut terdiri dari 390 guru, 52 guru pendidikan agama Islam, dan sisanya adalah usulan kebutuhan tenaga teknis.

“Untuk tenaga teknisnya kami usulkan 60 formasi,” ucap Catur, Selasa (19/1/2021).

Usulan tersebut, lanjut dia, merupakan kebutuhan formasi PPPK Pemkab Kudus di tahun 2021 ini. “Memang kebanyakan guru, karena banyak yang sudah pensiun jadi kebutuhannya memang banyak,” ujarnya.

Catur menambahkan, pada pelaksanaan perekrutan PPPK tahun ini, persyaratannya dipermudah untuk formasi guru. Yakni dengan cukup melampirkan Sertifikat Pendidik (Serdik).

Ataupun guru yang mengajar di sekolah swasta atau negeri yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud juga mendapatkan kesempatan.

“Walau calon pelamar baru saja merampungkan studinya, asal sudah punya Serdik sudah bisa mendaftar,” kata dia.

Sementara untuk batasan usia pendaftar, sambungnya, adalah minimal 20 tahun dan maksimal 59 tahun atau satu tahun sebelum usia pensiun.

“Bagi peserta PPPK 2019 yang tidak lolos seleksi, tetapi terdaftar di Dapodik masih bisa mendaftar kembali,” jelas dia.

Berdasar data yang dimiliki BKPP Kudus, pada tahun 2019, Pemkab Kudus diberi alokasi tenaga PPPK sebanyak 215 formasi. Namun, hanya terisi sebanyak 99 formasi saja.

PPPK sendiri, memiliki sistem kerja yang sama dengan PNS. Hanya saja, pegawai kotrak PPPK tidak memiliki tambahan penghasilan pegawai (TPP) dan lama kerjanya diikat kontrak.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...