Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Telat Lapor SPT Tahunan Bisa Kena Denda, Ini Batas Waktunya

Karyawan KPP Pratama Kudus menunjukkan monitor untuk memberi pelayanan kepada wajib pajak. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Wajib pajak hendaknya tidak perlu menunda untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) baik perorangan maupun badan. Sebab, jika wajib pajak telat melaporkan maka akan terkena denda.

Oleh sebab itu, pihak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus mengimbau agar masyarakat melaporkan SPT Tahunan 2021 sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Berdasarkan pada Pasal 7 UU nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) untuk denda telat lapor SPT Tahunan perorangan yakni Rp 100 ribu. Sedangkan bagi wajib pajak badan yang telat melaporkan SPT Tahunan dikenai Rp 1 juta.

Kepala KPP Pratama Kudus Muhammad Andi Setijo Nugroho mengatakan ada batas waktu yang harus diperhatikan oleh wajib pajak supaya tidak dikenai denda akibat terlambat melaporkan SPT Tahunan.

Untuk perorangan, batas waktu pelaporan SPT Tahunan yakni 31 Maret setiap tahunnya. Sedangkan untuk batas waktu pelaporan SPT Tahunan badan yakni 30 April.

“Kalau perorangan terlambat lapor SPT kena denda Rp 100 ribu. Kalau untuk badan terlambat lapor lebih dari April kena denda Rp 1 juta,” katanya, Selasa (19/1/2021).

Menurut Andi, beberapa hal yang dilaporkan dalam SPT Tahunan bagi di antaranya omzet hasil usaha, pajak motor, pajak kendaraan dan hal lainnya.

Untuk mengajak wajib pajak agar tidak terlambat membayar SPT Tahunan, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi dengan cara mengirim SMS blast sebanyak 250 pesan per harinya. Pada SMS blast itu berisi ajakan untuk melaporkan SPT Tahunan.

Bunyi pesan ajakan itu “Yth. Wajib Pajak saatnya lapor SPT melalui djponline.pajak.go.id atau ikuti Kelas Pajak Online pengisian SPT di bit.ly/KelasPajakSPT.

“Nantinya kami juga sampaikan tata cara isi SPT Tahunan yang kami informasikan lewat spanduk dan baliho yang kami pasang di beberapa titik,” terang Andi.

Kendati saat ini pihaknya lebih mengutamakan laporan SPT Tahunan via daring, pihaknya tetap melayani offline kepada wajib pajak yang datang ke kantor KPP Pratama Kudus.

Namun, jumlahnya terbatas dengan 30 orang saja per harinya. Untuk jam pelayanannya dimulai Senin hingga Jumat pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Kami di kantor juga menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah karyawan yang masuk kantor hanya 30 persen. Dan kami juga membuka pelayanan kepada wajib pajak dalam sehari hanya 30 orang saja,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...