Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tiga Penjual Judi Capjiki di Grobogan Diringkus Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan sedang meminta keterangan pada pelaku judi yang berhasil diamankan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Aparat Polres Grobogan berhasil mengamankan tiga orang yang diindikasikan sebagai penjual judi jenis capjiki. Ketiga penjual judi ini diamankan dalam waktu dan tempat berlainan.

Pelaku pertama yang diamankan ini adalah Narto, warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh. Pria berusia 48 tahun ini diamankan di sebuah warung kosong yang ada di desanya, Sabtu (16/1/2021).

Bersama pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu bendel kupon kosong merk ‘Gunung Rejeki’, enam bendel kupon bertuliskan angka capjiki. Kemudian, ada uang tunai Rp 286.000, dua lembar kertas berisi rekapan angka capjiki dan tiga lembar kertas karbon.

Pelaku berikutnya adalah Edi Suyono (51), warga Desa Bringin, Kecamatan Godong yang diamankan di rumahnya, Minggu (17/1/2021). Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, beberapa bendel kupon kosong sisa penjualan judi, uang tunai Rp 441.000, rekapan hasil penjualan judi putaran ke-3, serta alat tulis.

Pelaku ketiga adalah Mohamad Basori, warga Desa Selonjari, Kecamatan Klambu. Pria 27 tahun ini diamankan ketika berada di warung kopi yang ada di Desa Tirem, Kecamatan Brati, Minggu (17/1/2021).

Bersama pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, beberapa bendel kupon kosong sisa penjualan judi putaran ke-1,2,dan 3, satu lembar sanepo ramalan, dan alat tulis. Selain itu, ada pula barang bukti berupa uang tunai Rp 505.000 yang turut diamankan.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengungkapkan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Di mana, ada masyarakat yang menyebutkan jika ada praktik perjudian di sejumlah wilayah kecamatan.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk melakukan penyelidikan hingga pelaku perjudian itu berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,” katanya, saat jumpa pers, Selasa (19/1/2021).

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...