Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Meninggal Dunia, Presiden Gong Perdamaian Dunia Dimakamkan di Plajan Jepara

Presiden Gong Perdamaian dunia Djuyoto Suntani. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Presiden Gong Perdamaian dunia atau The World Peace Committee (TWPC), Djuyoto Suntani akhirnya dimakamkan di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Senin (18/1/2021) malam. Djunyoto Suntani meninggal dunia pada Senin (18/1/2021) di Jakarta dan jenazahnya langsung dibawa ke Jepara.

Menurut keterangan Tya Suntani, adik dari almarhum menyatakan, pemakaman dilakukan pada Senin (18/1/2021) sekitar pukul 22.00 WIB. Setibanya dari Jakarta, jenazah kakaknya sempat beberapa saat disemayamkan di Monumen Gong Perdamaian di Desa Plajan.

Selanjutnya, setelah dilakukan penghormatan terakhir, pemakaman di laksanakan di lokasi yang sudah disiapkan di Kawasan Monomen Gong Perdamaian di Desa Plajan.

“Alhamdulilah pemakaman sudah kami laksanakan semalam. Semoga beliau husnul khotimah. Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih atas segala bantuan yang sudah diberikan dalam proses pemakaman beliau ini,” ujar Tya Suntani, Selasa (19/1/2021).

Sebagai Presiden The World Peace Committee (TWPC) Djuyoto Suntani membawahi 202 Negara. Dari informasi yang diperoleh MURIANEWS, almarhum diketahui mengalami sakit tifus dan sempat menjalani perawatan di RS Abdi Waluyo.

Senin (18/1/2021) sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Di hari itu juga jenazah dibawa ke Jepara.

Djuyoto Suntani sendiri lahir di Desa Plajan, Jepara, Jawa Tengah, pada 6 Juli 1962. Sejak kecil ia dijuluki Anak Pelangi atau Anak Kuwung karena kakak dan adiknya meninggal dunia.

Ide besarnya tentang perdamaian dunia diwujudkannya dengan membentuk sebuah comitte internasional, dengan nama The World Peace Committee (TWPC). Comitte ini didirikan Djuyoto Suntani sejak 7 Maret 1997 di Basel, Swiss. Kala itu TWPC bahkan dideklarasikan oleh 9 pemimpin dari 9 negara.

Rintisan awal gerakan perdamaian yang dilakukannya adalah dengan membuat Gong Perdamaian. Pada awalnya Gong Perdamaian dibawanya berkeliling di Indonesia. Beberapa di antaranya ada yang dibangun sebagai monument Gong Perdamaian di Ambon dan Papua.

Selanjutnya, Djuyoto Suntani menyebarkan ide perdamaiannya ke dunia internasional. Hingga akhirnya Gong Perdamaian juga dibangun di sejumlah negara. Dari situlah dicetuskan The World Peace Committee yang diakui oleh 202 Negara di Dunia. Djuyoto Suntani sendiri adalah Presiden-nya.

Beberapa ide yang berkait erat dengan masalah perdamaian dunia sempat dilontarkan Djuyoto Suntani semasa hidupnya. Salah satunya adalah berniat membentuk Hari Raya Internasional, yang akan dirayakan oleh seluruh bangsa sedunia.

Kemudian juga menggagaskan tentang adanya Bahasa Perdamaian se-dunia. Namun sampai Djuyoto Suntani meninggal dunia, belum ada kabar lebih lanjut dari ide yang ingin diwujudkannya itu.

Di Desa Plajan, Jepara, Djuyoto membangun sebuah situs Gong Perdamaian Dunia. Di lokasi ini Djuyoto menyimpan contoh tanah dari penjuru dunia. Selain itu Djuyoto menyatakan keyakiannya, jika Plajan merupakan pusat dunia. Ide tentang hal ini selalu disampaikannya dalam berbagai kesempatan

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...