Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tangani Sampah, Desa Pecangaan Kulon Gelar Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah

Pemdes Pecangaan Kulon melakukan pelatihan bank sampah. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus kegiatan Pemerintah Desa (Pemdes) Pecangaan Kulon. Program pengelolaan sampah ini diharapkan bisa memberi manfaat kepada warga. Selain membuat lingkungan bersih, pengelolaan sampah diharapkan juga bisa memberi nilai tambah secara ekonomi.

Sebagai usaha meningkatkan kemampuan pengelolaan sampah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Desa Pecangaan Kulon, juga menyiapkan Sumber Daya Manusian (SDM). Agar mampu menanganai persoalan yang ada, BUMDes Amanah menggelar pelatihan bekerjasama dengan Sekolah BUMDes Unisnu Jepara.

Petinggi Pecangaan Kulon, Abdurrahman menyatakan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh atas program ini. Pihaknya mendukung adanya pelatihan yang sudah dilaksanakan oleh BUMDes Amanah dan Sekolah BUMDes Unisnu Jepara. Program Bank Sampah yang dikembangkan menurutnya akan menjadi prioritas bagi Pemdes Pecangaan Kulon.

“Kami memberikan dukungan penuh dalam hal ini. Mari bareng-bareng mengelola Pecangaan Kulon mekalui pengembangan program BUMDes. Terima kasih jika akhirnya BUMDes kami menjadi projek prioritas oleh Sekolah BUMDes Unisnu. Kami siap membantu untuk menganggarkan alokasi dana,” ujar Abdurrahman, Senin (18/1/2021).

Pihaknya berharap, Sekolah BUMDes Unisnu Jepara selanjutnya juga bisa memberikan contoh praktek bagi usaha Bank Sampah yang dirintis ini. Jadi tidak hanya memberikan teori, tanpa ada praktek secara langsung. BUMDes tentunya tidak hanya sekedar didirikan saja, namun juga butuh pengembangan, sehingga bisa mandiri.

Sementara itu, pihak Sekolah BUMDes Unisnu Jepara, melalui pengurusnya Aliva Rosdiana menyatakan, sudah ada 4 kali pelatihan yang dilakukan untuk Bank Sampah di Pecangaan Kulon. Ada sekitar 15 peserta yang merupakan pengurus BUMDes Amanah, yang mengikuti pelatihan itu. Pelatihan difokuskan pada masalah pengelolaan Bank Sampah.

Tim Sekolah BUMDes yang saat itu menghadirkan Gunawan Muohamad, Khalimatus Sadiyah, dan Aliva Rosdiana, memberikan berbagai penjelasan mengenai seluk beluk Bank Sampah. Pada dasarnya, semua membutuhkan support dari Petinggi Desa, agar pengelolaan Bank Sampah ini bisa berjalan sesuai yang diinginkan.

“Pengelolaan sampah tidak hanya di peruntukan untuk sampah pabrik, melainkan juga sampah dari rumah tangga. Sampah dari konsumsi pribadi itu juga harus di kelola. Jika sampah yang dikonsumsi pribadi tidak dimaksimalkan dalam pengelolaannya maka juga akan mempengaruhi lingkungan hidup kita. Semua sudah kami sampaikan dalam pelatihan itu,” ujar Aliva Rosdiana.

Kesadaran warga secara kolektif harus ditumbuhkan. Hal itu bisa dimulai mulai dari kita para pengurus Bank Sampah-nya dulu. Selanjutnya sampah-sampah bisa dipilah, sehingga yang bisa di daur ulang bisa dimanfaatkan. Misalnya saja dibuat kerajinan kreatif, yang bisa memberikan nilai ekonomis.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...