Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Datangi Polres Pati, Warga Pertanyakan Kelanjutan Dugaan Proyek Fiktif Desa Tegalwero

Warga Tegalwero menunjukkan bukti aduan di ruang Reskrim Polres Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Warga Desa Tegalwero, Kecamatan Pucakwangi mendatangi Polres Pati untuk mempertanyakan kelanjutan dugaan proyek fiktif yang diduga dilakukan oleh Kades setempat, Senin (18/1/2021). Aduan tersebut sudah dilayangkan pada Juni 2020 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Kepolisian.

Andiga Iwanta, pelapor dugaan proyek fiktif mengatakan, aduan sudah masuk pada Juni 2020 lalu di Unit Tipikor Reskrim Polres Pati. Para saksi juga sudah diperiksa oleh penyidik. Tetapi, hingga saat ini belum ada kejelasan lagi.

“Karena itu, kami mendatangi pihak kepolisian untuk menanyakan progres dari aduan tersebut,” katanya, Senin (18/1/2021).

Ada beberapa item proyek fiktif yang diduga diselewengkan, yakni proyek pembangunan drainase di RT 3 RW 3 senilai Rp 46 juta, pembangunan drainase di RT 1 RW 2 senilai Rp 110 juta, dan rabat beton di RT 1 RW 2 senilai Rp 5,2 juta.

Selain itu ada juga proyek yang dinilai fiktif adalah pembangunan pagar makam RT 4 RW 1 senilai Rp 145 juta. Kemudian paket pemberdayaan masyarakat kegiatan BUMDes kurang lebih senilai Rp 30 juta.

“Paket pekerjaan Pamsimas pada 2018, tidak bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Pamsimas tidak berfungsi sama sekali. Sementara untuk proyek lain, selain Pamsimas ini fiktif, tidak ada fisiknya,” terang Andiga.

Dia juga mengaku sudah mendapat penjelasan, bahwa saat ini pihak kepolisian sudah mengirimkan aduan tersebut ke Inspektorat. Hal itu untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak dalam kasus tersebut.

“Kami datang ini kan karena sudah dua bulan belum ada pemberitahuan dari progres aduan tersebut,” imbuhnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pati AKP Sudarno mengatakan, proses sudah jelas. Karena pihaknya pada Oktober lalu sudah mengirimkan laporan juga ke Inspektorat untuk dilakukan pengecekan.

“Ini masih menunggu hasil dari Inspektorat,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...