Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Delapan Pelaku Usaha Mikro di Kudus Kena Denda karena Langgar Prokes

Anggota Satpol PP Kudus saat melakukan pendataan pada pelanggar prokes.  (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus hingga kini masih terus menegakkan Peraturan Bupati Nomor 41 tekait Penerapan Protokol Kesehatan (pokes) di Kudus.

Terlebih, Kabupaten Kudus kini juga tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah mengatakan, selama 1 Januari hingga 15 Januari kemarin, sudah ada sebanyak 76 pelanggaran prokes ditindak. Delapan di antaranya, merupakan pelaku usaha mikro yang tidak menaati protokol kesehatan.

Mereka lanjut Djati, kemudian diberi pembinaan dan ditindak sesuai Peraturan Bupati Nomor 41 tentang sanksi bagi pelaku usaha mikro yang kedapatan melanggar prokes.Yakni dengan membayar denda senilai Rp 200 ribu. Sehingga denda terkumpul Rp 1,6 juta.

“Kami tegur saat operasi, karena jelas melanggar KTP diminta sebagai barang bukti, kemudian mereka diminta hadir di kantor diberikan pembinaan dan penerapan sanksi berdasarkan Perbup No. 41 Th. 2020,” ucap Djati via pesan singkat whatsapp, Senin (18/1/2021).

Selain menindak delapan pelaku usaha mikro, pihak Satpol PP Kudus juga membubarkan setidaknya 22 titik kerumunan selama tenggang waktu tersebut. Selain itu, dua pembatalan acara berpotensi kerumunan juga dilakukan secara persuasif.

“Bermacam-macam, ada yang memang nongkrong berkerumun dan lainnya, 39 orang kemudian menjalankan sanksi sosial dan ada dua orang pelanggar yang membayar denda,”  sambung Djati.

Djati menambahkan, di tahun 2021 ini, pihaknya juga akan menggencarkan operasi yustisi. Mengingat Kabupaten Kudus juga kini tengah memberlakukan PPKM.

Para anggotanya juga telah diwanti-wanti untuk terus membrikan contoh yang baik pada semua kalangan. “Jangan sampai melanggar sendiri, jangan sampai ini terjadi,” tegas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...