Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gejala Awal Sering Mengecoh, Kudus Kini Sudah Punya Alat Rapid Test DBD

Petugas tengah melakukan fogging untuk mencegah peredaran nyamuk DBD. (MuriaNewsCom)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus meminta masyarakat Kudus waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sering muncul saat musim hujan . Terlebih gejala-gejala awal yang muncul seperti penyakit biasa pada umumnya, sehingga sering mengecoh penderita.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Kudus Nuryanto mengatakan, diagnosa awal penyakit DBD agak sedikit sulit. Pasalnya gejala awal yang ditimbulkan bisa seperti terserang influensa, tipes, batuk pilek, demam, hingga terkadang muntah.

“Karena itu, jika menemukan gejala-gejala serupa, sebisa mungkin jangan mengobati sendiri, bisa dibawa ke puskesmas. Maksimal itu tiga hari setelah gejala terasa harus segera diobati, lebih cepat lebih baik,” katanya, Sabtu (16/1/2021).

Pihaknya khawatir, di masa kritis yakni di hari keempat dan kelima semua gejala berat pada kasus DBD sudah muncul. Seperti muntah tak berhenti, muntah darah, pendarahan pada hidung, mata, bahkan saat buang air besar warnanya kemerahan.

“Itu sudah sangat berbahaya, apalagi sampai mendekati shok DBD bisa kaki dan tanganya sampai dingin. Jangan main-main, dalam artian jangan terlena dengan melakukan pengobatan sendiri harus sudah mendapatkan perawatan media,” ucap dia.

Baca: Lima Orang di Kudus Meninggal Akibat DBD Tahun 2020

Saat ini menurutnya, Kabupaten Kudus sudah punya alat Rapid Test Dengue IgG /IgM. Alat ini sudah dialokasikan ke 19 puskesmas yang ada di Kudus. Alat tersebut berjumlah kurang lebih 800 pcs yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

“Untuk masyarakat Kudus ya saya harapkan bisa menggunakannya secara maksimal, karena itu gratis. Tidak perlu menunggu hingga gejala-gejala yang berat sudah bermunculan. Agar bisa segera tertangani baik di puskesmas ataupun nantinya akan di rujuk ke rumah sakit,” terang dia

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan lingkungan di sekitarnya dengan menerapkan 3M yakni mengurus, menutup dan mengubut seperti yang selama ini sudah terus disosialisasikan.

Ia pun berharap ke depanya dengan adanya alat deteksi dini dan pencegahan, angka kasus kematian akibat DBD bisa menurun.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...