Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tambah 46, Pasien Sembuh dari Corona di Kudus Jadi 3.340 Orang

Pasien yang dirawat di RS Aisyiah Kudus tengah sujud syukur usai dinyatakan sembuh dari corona baru-baru ini. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien sembuh dari corona di Kabupaten Kudus kini kembali bertambah seiring banyaknya pasien yang telah merampungkan perawatan.

Pada Jumat (15/1/2021) malam, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus pun mencatat ada sebanyak 46 pasien sembuh baru yang keseluruhannya berasal dari dalam wilayah.

Sehingga menambah total pasien sembuh corona di Kudus menjadi 3.340 orang. Dari total kasus kasus akumulatif sebanyak 4.240 kasus.

Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi mengatakan, penambahan pasien sembuh kali ini merata di sembilan kecamatan. Dengan penyumbang paling banyak adalah dari Kecamatan Jati yakni sebanyak sebelas orang.

Kemudian Kecamatan Kota dan Undaan sebanyak tujuh orang. Penambahan juga terjadi di Kecamatan Jekulo yakni sebanyak enam orang dan Kecamatan Kaliwungu lima orang.

Untuk Kecamatan Bae bertambah empat orang, Kecamatan Dawe tiga orang, dan dua orang dari Kecamatan Gebog.

“Satu orang lagi dari Kecamatan Mejobo. Mereka telah menyelesaikan perawatan dan isolasi mandirinya” ucap Andini Sabtu (16/1/2021).

Andini pun menyampaikan, baik penambahan kasus terkonfirmasi maupun angka kematian pasien corona di Kudus kini sedang mengalami penurunan dari pekan sebelumnya.

Untuk penambahan pada hari Jumat sendiri, kata dia, bertambah sebanyak 38 orang pasien baru dan satu pasien corona yang meninggal dunia.

Sehingga menjadikan pasien aktif corona di Kudus kini menjadi 485 pasien aktif. Dengan rincian 146 pasien dirawat dan 339 pasien isolasi mandiri.

“Untuk pasien meninggalnya kini tembus 415 orang,” sambung dia.

Oleh karenanya, pihaknya pun berharap masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Hal tersebut dikarenakan 3M adalah cara yang paling ampuh untuk mencegah penularan. “Kami harap masyarakat tak abai akan ini,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...