Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Lau Kudus Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Desa Mantan Kades

Teguh Santoso, kuasa hukum warga Desa Lau, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat (15/1/2021) mendatangi Polres Kudus. Mereka yang terdiri dari anggota Badan Perwakilan Desa (BPD), RT, RW,  dan tokoh masyarakat itu, mempertanyakan kelanjutan laporan kasus dugaan penyelewengan Dana Desa.

Sebelumnya, HS mantan Kades Lau telah dilaporkan ke polisi  atas dugaan penyelewengan Dana Desa pada akhir tahun 2019 lalu. Dan surat tanda terima laporan juga sudah diterbitkan pada Januari 2020.

“Kedatangan kami ke sini untuk menanyakan seperti apa kelajutan kasus itu. Karena ini sudah satu tahun lebih semenjak kami membuat laporan,” kata Teguh Santoso, kuasa hukum warga.

Menurutnya, dugaan penyelewengan anggaran tersebut terjadi di tahun 2018 hingga tahun 2019. Di mana pada tahun 2018 ada delapan titik proyek fisik dan tahun 2019 ada enam proyek fisik dan rata-rata proyek pembangunan jalan.

Namun pada kenyataanya di lapangan tidak ada realiasi pembangunan tersebut. ”Bisa dikatakan proyek fiktif. Kerugian negara juga diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih,” terangnya.

Pihaknya pun berharap kasus ini segera diproses  dan status terlapor bisa dinaikkan menjadi tersangka. Karena menurut dia, HS merupakan penanggungjawab dari proyek-proyek yang diduga fiktif tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyatakan, pengusutan kasus tersebut masih berjalan, pihaknya tengah melakukan pengembangan.

“Dalam artian kami masih mengumpulkan bukti dan saksi tambahan. Serta keterangan dari saksi ahli keuangan negara, yang menentukan berapa kerugian negara. Saat ini kami belum tahu pasti berapa kerugianya, tapi memang di situ ada kerugian,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...