Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Olahraga Berkuda di Kudus Terkendala Sarpras

Seorang anak menunggang kuda jantan milik pengurus Pordasi Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kudus saat ini terkendala sarana dan prasarana (Sarpras) lantaran belum memiliki lapangan untuk berlatih.

Padahal SK kepengurusan Pordasi Kudus yang memang sebagai cabang olahraga baru di Kota Kretek sudah resmi diterima sejak Desember 2020 lalu. Biaya pembangunan lapangan berkuda yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi batu sandungan.

Ketua Harian Pordasi Kudus M. Arga Syafiar mengatakan, pihaknya ingin ada dukungan dari pemerintah daerah terkait bantuan untuk membangun lapangan berkuda. Menurutnya untuk atlet berkuda di Kudus saat ini sudah ada empat atlet.

Sementara kuda pacu yang dimiliki Pordasi Kudus sudah ada 22 ekor. Namun, saat ini ditempatkan di Salatiga lantaran di Kudus belum ada lapangan kuda.

Menurutnya, untuk membangun lapangan pacuan kuda equestrian minimal membutuhkan tanah seluas 50×90 meter persegi. Namun, luasan itu belum termasuk kandang kuda.

Jika ditambah dengan kandang kuda membutuhkan luas sebesar dua hektare. Biaya untuk membangun lapangan kuda ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.

“Kami sebenarnya sudah ada tanahnya. Di daerah Peganjaran. Tapi untuk membangun lapangan kudanya butuh anggaran ratusan juta. Di situ sebenarnya ada kandang sapinya juga. Engga apa-apa sebenarnya kalau mau digunakan jadi kandang kuda. Tapi memang kembali lagi kami tidak ada biaya,” katanya, Jumat (15/1/2021).

Pihaknya beberapa hari lalu sudah menemui pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Namun karena alokasi dana dialihkan ke penanganan Covid-19, alokasi untuk pembangunan lapangan berkuda belum bisa dianggarkan tahun ini.

“Kami diberi saran untuk memakai area samping Tenis Indoor di kawasan Sport Center. Tapi kalau untuk anggaran membangun lapangan kuda tahun ini memang belum ada,” sambungnya.

Ditanya soal menggandeng pihak ketiga, Arga menyampaikan untuk saat ini pihaknya terkendala pandemi sehingga belum dapat berkoordinasi secara tatap muka dengan pihak swasta.

Namun, dia mengatakan ada rencana untuk mencoba berkoordinasi dengan pihak ketiga. Sebab, menurut dia olahraga berkuda juga memiliki potensi untuk mengundang investor.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...