Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PNS Pati yang Terjaring Razia Karaoke Bersama PK Diturunkan Pangkatnya

Bupati Pati Haryanto (dua dari kiri) bersama dengan BPKAD dan Satpol PP saat konferensi pers di pendapa. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah tegas terkait adanya salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN yang tejaring razia PPKM bersama Pemandu Karaoke (PK) di tempat karaoke Morsalino, Kamis (14/1/2021) kemarin siang.

Pemkab pun memutuskan PNS tersebut terbukti melanggar ketentuan pemerintah dan akan diturunkan pangkatnya untuk memberikan efek jera.

Bupati Pati Haryanto mengaku sudah merapatkan hal tersebut kepada instansi terkait. Hasilnya, yang bersangkutan dikenai sanksi penurunan pangkat selama tiga tahun.

“Pangkat terakhirnya II-B, kami turunkan ke II-A. Ini termasuk sanksi pelanggaran disiplin berat, sesuai mekanisme kepegawaian,” ujar Bupati Haryanto dalam konferensi pers di Pendapa Kabupaten Pati, Jumat (15/1/2021).

Baca: Asyik Karaoke Ditemani PK di Siang Bolong, PNS Pati Diamankan Polisi

Pihaknya pun menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, PNS yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, tetapi malah berbuat yang tidak semestinya.

Selain itu, yang bersangkutan juga terbukti melanggar protokol kesehatan yang ditentukan dalam Pebup tentang Protokol Kesehatan. Akibatnya ia juga dikenai sanksi denda Rp 300 ribu.

“Dalam hal ini saya apresiasi Kapolres dan Kasatpol PP yang telah melakukan razia. Mudah-mudahan ini dapat memberi efek jera pada yang bersangkutan. Perlu saya tegaskan bahwa ketentuan PPKM ini berlaku untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.

Baca: Nekat Buka, Empat Tempat Karaoke di Pati Dirazia Polisi, Puluhan PK Diamankan

Bupati menegaskan, dalam SE yang yang dikeluarkan itu, secara jelas melarang tempat karaoke untuk beroperasi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tapi nyatanya memang masih ada yang buka.

Haryanto berharap peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi PNS lainnya. Apabila nanti kembali ditemukan adanya PNS yang melanggar pihaknya akan memberlakukan sanksi lebih berat.

“Dia sudah tahu ada temannya yang disanksi seperti ini, kalau dia ikut-ikutan ya justru akan kami perberat sanksinya,” tutup Haryanto.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...