Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbup Segera Diterbitkan, Alun-Alun dan Taman Krida Kudus Jadi Zona Merah PKL

MURIANEWS, Kudus – Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Kudus bakal disahkan dalam waktu dekat. Perbup itu nantinya akan menentukan zonasi PKL yang ada di Kota Kretek.

Kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dan Taman Krida masuk zona merah PKL. Dalam zona merah itu artinya menjadi tempat larangan PKL.

Kasi Pemberdayaan PKL Dinas Perdagangan Kudus, R Paulus Agung mengatakan, Perbup tersebut akan menentukan zonasi PKL. Untuk zona merah berada di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, area GOR, dan Taman Krida.

Sedangkan untuk zona kuning (boleh berjualan dengan pembatasan waktu) berada di Balai Jagong yang hanya diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Namun, karena saat ini sedang diberlakukan Penerapan Pembataan Kegiatan Masyarakat (PPKM), PKL harus tutup pukul 19.00 WIB. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dari pengamatan MURIANEWS di lapangan Kamis (14/1/2021), di area Taman Krida terdapat papan bewarna merah bertuliskan “Dilarang berjualan di sepanjang trotoar dan bahu jalan. Sesuai Perda Nomor: 11 Tahun 2017”.

Di Taman Krida hingga Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, tepatnya sisi sebelah utara dari arah barat ke timur sudah tidak terdapat PKL.

Namun, masih terlihat PKL di sisi sebelah selatan Taman Krida. Yakni dari arah barat ke timur. Hal sama juga masih terlihat di area kawasan GOR Bung Karno. Sedangkan di area Balai Jagong siang ini masih terpantau sepi PKL.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus Mutrikah menyampaikan, nantinya kawasan area kewenangan Disbudpar akan disterilkan dari PKL.

“Untuk PKL yang menjadi kewenangan kami ada di depan Taman Krida hingga kantor Disbudpar. Nanti kami bersihkan supaya di sepanjang area Taman Krida hingga kantor Disbudpar tidak ada PKL,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga sudah menugaskan staf untuk terus mengimbau PKL yang berjualan di area Taman Krida hingga depan kantor Disbudpar.

“Saya sudah minta staf supaya memberikan informasi kepada PKL agar tidak berjualan di area Taman Krida hingga depan kantor Disbudpar. Termasuk yang belakang Taman Krida juga sudah kami monitoring untuk penerapan protokol kesehatannya,” pungkasnya.

Terpisah, Pengurus Balai Jagong Frenki belum tahu terkait adanya Perbup PKL ini. Namun, dia dan rekan-rekannya tetap akan mengikuti aturan dari pemerintah.

“Kalau nanti untuk kawasan Balai Jagong hanya diperbolehkan jualan jam empat sore sampai 12 malam saja ya kami manut saja. Walaupun tentunya dari hasil penjualan pasti menurun,” katanya.

Baginya yang penting masih diperbolehkan untuk berjualan. Dia juga berharap agar rekan-rekannya mengikuti aturan pemerintah.

“Walaupun mungkin teman-teman ada yang kecewa saya rasa mereka tetap patuh dengan pemerintah,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...