Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Realisasi Program Perlindungan Sosial di Jateng Capai Rp 30,2 Triliun

MURIANEWS, Kudus – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah mencatat nominal rupiah yang digelontorkan untuk progam jaring pengaman sosial atau progam perlindungan sosial di Jawa Tengah hingga akhir 2020 kemarin mencapai Rp 30,2 triliun.

Jumlah tersebut, meliputi 10 jenis progam bantuan yang dilaksanakan di semua wilayah di Jawa Tengah untuk pemulihan ekonomi selama masa pandemi Covid-19. Mulai dari Progam Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Fesa.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Sulaimansyah merincikan, bantuan dengan nilai yang terbesar adalah Bantuan Sosial Tunai (BST). Dengan nilai Rp 6,7 triliun. Kemudian disusul Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) senilai Rp 6,5 miliar.

“Ada juga Progam Keluarga Harapan (PKH) dengan nilai Rp 5,2 miliar di tahun 2020 kemarin,” ucap dia dalam zoom meeting, Rabu (13/1/2021).

Sulaiman menerangkan, sebagian besar penerima manfaat merupakan dari penduduk miskin dan rentan. Sehingga bisa merasakan manfaat dengan adanya progam perlindungan sosial tersebut.

“Ada sebanyak 50 persen kelompok termiskin yang menerima manfaat ini,” lanjutnya.

Progam perlindungan sosial, kata Sulaimansyah, juga dirasakan oleh masyarakat menengah. Terutama mereka yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini.

Yakni dengan mengikuti progam prakerja yang nominal realisasinya kemarin mencapai Rp 1,7 miliar serta subsidi upah yang nominal realisasinya mencapai Rp 3,5 miliar.

“Ada juga yang menikmati dari padat karya hingga diskon listrik dan BLT Dana Desa,” kata dia.

Khusus untuk BLT Dana Desa sendiri, lanjut dia, pada tahun 2020 kemarin, semua desa di Jawa Tengah bisa mencairkan dana desanya. Sehingga seharusnya, semua desa bisa mencairkan BLT DD mulai bulan Januari 2021 ini.

“Dana Desa di tahun 2020 kemarin memang difokuskan pada BLT, Pekerjaan Padat Karya, Ketahanan Pangan, dan revitalisasi BUMDes,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...