Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rencana Hotel Berbintang di Bekas Gedung Ngasirah, Pemkab Kudus Masih Cari Investor

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih berupaya menarik investor-investor baik dalam maupun luar Kudus untuk menanamkan modalnya di Kota Kretek. Terutama di sektor infrastruktur. Salah satunya untuk membangun hotel di bekas Gedung Wanita Ngasirah

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, Kabupaten Kudus masih membutuhkan bangunan-bangunan yang ikonik, sehingga Kudus bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Oleh karena itu, pihaknya sangat terbuka menyambut semua investor yang ingin membangun bangunan seperti hotel bintang empat hingga mal-mal besar di Kota Kretek.

“Kabupaten Kudus ini sangat potensial sebagai kota transit, tapi belum ada hotel-hotel bintang empat, sehingga sayang sekali jika ada tamu-tamu penting tapi menginapnya di luar Kudus,” kata Hartopo, Rabu (13/1/2021).

Pemkab Kudus sendiri, kata Hartopo, kini tengah berkomunikasi dengan investor asal ibu kota terkait pembangunan mal yang berisikan hotel dan ruang pertemuan di lahan bekas Gedung Wanita Ngasirah.

“Saat ini masih berkomunikasi dengan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) dan dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kudus,” lanjut Hartopo.

Walau demikian, pihaknya tetap mengharapkan investor-investor lokal Kudus juga bisa turut menanamkan modalnya di Kudus. Terkhusus untuk pembangunan-pembangunan infrastruktur.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, sampai saat ini pihak investor yang tertarik dengan pembangunan hotel di lahan bekas Gedung Ngasirah masih sebatas berkomunikasi saja.

“Belum ada tindak lanjut, proposal dan sebagainya juga belum diserahkan pada kami,” ucap Eko.

Baca: Bekas Gedung Ngasirah Kudus Tak Harus Dibangun Hotel Berbintang

Eko mengatakan, memang ada sejumlah persyaratan yang cukup membebani pihak rekanan.  Mulai dari pembangunan dengan sistem build-operate-transfer (BOT). Hingga pihak rekanan harus memberikan kontribusi tetap dan harus menyesuaikan dengan laju inflasi.

“Setelah kontrak dari BOT habis, bangunan dan tanah akan kembali ke Pemkab, dari kami juga memiliki persyaratan pada investor untuk menyediakan gedung pertemuan dengan sewa murah untuk masyarakat Kudus,” jelas dia.

Pemkab Kudus sendiri kini masih mencari investor-investor untuk meremajakan atau membangun baru tiga bangunan mangkrak dan satu bangunan perlu diremajakan.

Tiga bangunan tersebut yakni bekas Mal Matahari Kudus, bangunan SMP 3 Kudus, dan bekas Gedung Ngasirah. Sementara satu bangunan yang perlu diremajakan adalah Taman Bojana Kudus.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...