Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Lakukan Penipuan Lewat Telepon, Buruh di Grobogan Ini Kuras Uang Seorang Ibu Hingga Belasan Juta

MURIANEWS, Grobogan – Aparat Polsek Brati, Grobogan mengamankan seorang pria bernama Suparjo (31), warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Pria yang bekerja sebagai buruh itu diamankan karena telah melakukan penipuan melalui handphone.

Korbannya adalah Ngatipah (48), warga Desa Tirem, Kecamatan Brati, Grobogan. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian sekitar Rp 11,5 juta.

Kasus penipuan itu berawal pada tanggal 7 November 2020 lalu. Saat itu, pelaku menelepon secara acak pada beberapa nomor dan salah satunya terhubung ke nomor keluarga korban.

Saat itu, keluarga korban sempat menyakan apakah orang yang menghubungi tersebut adalah Mas Budi (salah satu anak korban).

Mendapat pertanyaan ini, pelaku menjawab benar dan selanjutnya minta segera dihubungkan dengan Ngatipah. Setelah tersambung, pelaku memberitahu korban kalau kondisinya sedang sakit dan minta dikirimi uang untuk berobat.

Ngatipah saat itu merasa percaya kalau yang menelepon itu adalah suara Budi, salah satu anaknya yang kerja di luar kota. Selanjutnya, ia pun mengirimkan uang sebesar Rp 2 juta ke rekening yang diberikan pelaku.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku kembali menelepon minta kiriman uang lagi buat membayar kekurangan biaya pengobatan. Korban kembali mengirimkan uang sebanyak Rp 2 juta.

Kemudian pada siang harinya sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku menelepon lagi dan minta uang Rp 5 juta. Lagi-lagi, permintaan ini dipenuhi oleh korban dan uang Rp 5 juta ditransfer seperti sebelumnya.

Pada hari Senin (9/11/2020) sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku kembali menelepon dan minta kiriman uang Rp 1,5 juta dengan alasan untuk mengurus pindah kerja. Lantaran tidak punya uang, korban kemudian meminjang uang pada keponakannya yang bernama Slamet Nuryanto dan selanjutnya diminta mengirimkan lewat transfer.

Terakhir, pelaku menelepon lagi pada hari Sabtu (14/1/2020) dengan nomor yang sama seperti sebelumnya. Kali ini, telepon sempat diangkat oleh suami korban dan pelaku sempat dimarahi sehingga langsung menutup pembicaraan.

Setelah hampir dua bulan berlalu, korban baru ingat kalau anak kandungnya yang bernama Budi sempat menyampaikan pesan. Yakni, dalam waktu enam bulan ke depan anaknya tidak bisa dihubungi karena baru kerja di laut.

“Dari sinilah korban akhirnya merasa tertipu. Kemudian pada Kamis 07 Januari 2021, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Brati. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 11,5 juta,” ungkap Kapolsek Brati Iptu Zainal Abdidin, Selasa (12/1/2021).

Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Senin (11/1/2021) kemarin.

Bersama pelaku, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti berupa buku rekening, ATM, dan handphone.

“Adapun uang yang didapat dari hasil kejahatan digunakan pelaku untuk berjudi saat bekerja di Jakarta. Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...