Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sindir Kebijakan DPRD Jepara, Belasan Warga Gelar Aksi di TPA Gemulung

MURIANEWS, Jepara – Belasan warga Desa Gemulung, Pecangaan, Jepara menggelar aksi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gemulung, Selasa (12/1/2021). Mereka melakukan sejumlah aksi budaya dan memasang spanduk yang berisi sindirian atas kebijakan DPRD Jepara yang beberapa waktu lalu membuka sendiri TPA tersebut.

TPA Gemulung sendiri sejak April 2020 sebenarnya sudah ditutup Pemkab Jepara. Namun DPRD Jepara secara mengejutkan membuka kembali TPA itu.

Pada aksi tersebut, sejumlah warga membentangkan spanduk bertuliskan “SELAMAT DATANG DI KAMPUNG WISATA SAMPAH DI JEPARA KOTA ADIPURA” dengan tambahan tulisan dibawahnya “Sudah Direhabilitasi, dikelola dengan baik dan Sangat Representatif”. Spanduk tersebut dipasang di sebelah kantor pengelola TPA Gemulung.

Selain itu, sebuah spanduk lain bertuliskan “WISATA BARU DI JEPARA SANGAT INDAH, SEJUK, ASRI DAN NYAMAN” dengan tambahan tulisan kecil dibawahnya “Dilengkapi Dengan Kebun Binatang Lalat, Serangga, Ulat, SidatSangat Baik Untuk Masyarakat, Gratis,” juga dipasang. Spanduk yang berukuran lebih besar ini dipasang melintang di atas jalan masuk TPA Gemulung.

Arifin, salah seorang warga Gemulung, menyatakan aksi ini merupakan respon masyarakat Gemulung atas dibukanya kembali TPA ini. Apalagi, tidak ada langkah konkret pemerintah untuk memaksimalkan TPA.

“Setelah dinyatakan dibuka, apakah TPA ini hanya sekedar tempat menumpuk sampah saja? Apakah tidak perlu ada petugas yang mengelolanya? Apa tidak ada kegiatan rehabilitasinya? Apakah dibiarkan jadi sumber penyakit seperti sekarang? Inilah yang kami tanyakan dalam hal ini,” ujar Arifin, Selasa (12/1/2021).

Ia menjelaskan, warga Gemulung juga tidak mau terlibat dalam masalah perbedaan pendapat yang muncul dari Eksekutif dan Legeslatif Jepara. Namun, mereka khawatir kalau hanya sekedar dibuka kemudian digunakan untuk membuang sampah, tanpa ada pengelolaan yang jelas akan menimbulkan dampak bagi warga Gemulung.

Usai melakukan aksinya di TPA Gemulung, warga selanjutnya mendatangi DPRD Jepara untuk menyampaikan sikap. Namun kedatangan mereka tidak mendapatkan sambutan seperti yang mereka harapkan.

Arifin menyatakan, Ketua DPRD Jepara, Haizul Maarif menyatakan belum bisa menerima karena kantor DPRD Jepara sedang dilakukan sterilisasi. Selanjutnya rombongannya malah disarankan ke rumah Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno.

“Kami tidak jadi menyampaikan pernyataan sikap kami warga Gemulung atas polemic TPA ini. Kami masih mencoba untuk bisa bertemu dengan Bapak Bupati saja. Mudah-mudahan bisa,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...