Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mengapa Suntik Vaksin Corona Harus Dua Kali? Ini Penjelasan Medisnya

MURIANEWS, Kudus – Vaksin corona produksi Sinovac sudah mulai didistribusikan di Indonesia. Untuk Kabupaten Kudus masih menunggu waktu pendistribusiannya.

Pada tahap pertama vaksin itu diutamakan kepada tenaga kesehatan. Vaksin ini, harus disuntikkan sebanyak dua kali dengan interval waktu tertentu. Yakni antara 14-28 hari setelah suntikan pertama.

Menurut keterangan dari Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi, Sinovac dibuat dari virus yang sudah mati. Sehingga harus disuntikkan ke dalam tubuh sebanyak dua kali. Tujuannya agar mencapai kekebalan tubuh yang lebih baik.

“Aturannya memang harus dua kali untuk mencapai antibodi yang cukup. Tapi memang belum ada petunjuk. Karena untuk saat ini kan baru pendistribusian yang pertama. Dan untuk Kudus saat ini juga masih menunggu,” katanya, Selasa (12/01/2021).

Soal dosis yang diberikan saat penyuntikan, dr Hilal mengatakan bahwa secara literasi pemberian dosis vaksin produksi Sinovac yakni rentang 0,3 ml sampai 0,5 ml per dosis.

Menurut dia saat ini pihaknya masih menunggu teknis penggunaan vaksin produksi Sinovac dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

“Kalau secara literasi dosisnya antara 0,3 ml sampai 0,5 ml per dosis. Untuk penyuntikan kedua dilakukan 14 sampai 28 hari dari penyuntikan pertama. Dosis penyuntikan kedua juga sama antara 0,3 ml sampai 0,5 ml per dosis. Tapi kami tetap menunggu teknisnya dari DKK Kudus,” terang dia.

Ditanya soal efektifitas vaksin corona produksi Sinovac dr Hilal Ariadi menyampaikan bahwa secara literatur mencapai 63 persen. Dia juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut ketika hendak divaksin.

“Seperti yang disampaikan pemerintah bahwa vaksin Sinovac ini aman dan halal. Baik MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sudah menyampaikan bahwa vaksin ini aman. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Karena ini sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” terang dia.

Lebih lanjut, dr Hilal menyampaikan bahwa ketika sudah divaksin penyuntikan pertama, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, kendati sudah divaksin, masyarakat juga masih berpotensi terpapar Covid-19. Hal yang sama juga berlaku setelah penyuntikan tahap kedua agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Harus tetap taat setelah divaksin. Jangan lengah ketika sudah merasa divaksin terus tidak patuh protokol kesehatan. Karena masih berpotensi terpapar walaupun sudah divaksin. Termasuk ketika nantinya sudah divaksin penyuntikan kedua tetap harus disiplin protokol kesehatan,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...