Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pupuk Langka dan Mahal, Petani Jepara Menjerit

MURIANEWS, Jepara – Kelangkaan pupuk di Jepara kembali dikeluhkan para petani. Selain susah didapat, harga pupuk juga melambung tinggi dan jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Yadi (42), petani asal Desa Bandungharjo, Keling menyebutkan, harga pupuk urea saat ini mencapai 150.000/zak. Padahal, harga HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 112.000/zak. Situasi ini bahkan dirasakannya sejak beberapa bulan terakhir.

“Saat ini pupuk langka di pasaran. Kami tidak tau persis apa yang menyebabkannya. Kalaupun ada, harganya sudah pasti mahal. Jauh melebihi HET yang ditetapkan pemerintah,” ujar Yadi, Selasa (12/1/2021).

Bukan hanya Yadi, petani asal Bandungharjo juga mengeluhkan hal ini. Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Darwoto (45), petani asal Desa Bucu, Keling, Jepara.

Menurut Darwoto, petani di desanya juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pupuk Urea non subsidi. Saat ini harga yang terbentuk untuk pupuk urea mencapai Rp 145.000 per Zak isi 25 kg.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jepara, Eman Pramono menilai, kebijakan subsidi pupuk yang dijadikan sebagai solusi bagi petani belum menjadi solusi.

Justru subsidi ini dinikmati pabrik pupuk dan para pedagang Pupuk. Karena pada kenyataannya pupuk tetap langka dan mahal.

Eman Pramono juga menyatakan, pihaknya sudah menerima aduan mengenai hal ini dari banyak petani. Hal ini sangat disayangkan karena kejadian yang sama terus berulang tanpa ada solusi kongkrit dari pemerintah.

KTNA Jepara dalam hal ini akhirnya secara aktif melakukan sosialisasi dan mendorong petani untuk beralih kepada pertanian organik.

“Agar ketergantungan pada pupuk kimia bisa dihindari dan hasil pertanian lebih baik dan sehat, kami mendorong para petani untuk beralih memakai sistem organik saja,” ujar Eman Pramono.

Namun demikian, atas permintaan dari beberapa kelompok Petani anggota, KTNA Jepara dalam jangka pendek berupaya mencari jalur langsung ke pabrik produsen pupuk untuk pendapatkan pupuk non subsidi. Mestinya Pemerintah mengalihkan langsung subsidi kepada petani untuk masalah pupuk ini, tidak ke Pabrik Pupuk.

“Atau sekalian dicabut saja subsidi pupuk ini, lalu diganti dengan jaminan harga komoditi dan stop import produk pertanian yang bisa di produksi Petani dalam negeri. Ini lebih membuat petani sejahtera,” tegasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...