Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

IDI Kudus Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

MURIANEWS, Kudus – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus tengah mengedukasi pasien penyintas Covid-19 agar mendonorkan plasma konvalesen bagi pasien yang masih dalam perawatan Covid-19. Tujuannya agar plasma konvalesen dari penyintas dapat digunakan sebagai media terapi bagi penderita Covid-19.

Edukasi terhadap penyintas Covid-19 itu disinyalir tidak mudah. Sebab, pihak IDI Kudus tidak bisa melakukan pemaksaan terhadap penyintas Covid-19.

Selain itu, di Jawa Tengah saat ini baru ada tiga Unit Transfusi Darah (UTD) yang bisa melayani donor konvalesen.

Ketiga UTD itu terdiri dari UTD PMI Kota Semarang yang berlokasi di Jalan MGR Sugiyopranoto Nomor 31 Semarang. Lalu di UTD PMI Kota Surakarta yang berlokasi di Jalan Kolonel Sutarto nomor 58 Surakarta, dan UTD PMI Kabupaten Klaten di Jalan Veteran nomor 80.

“Kami tidak bisa memaksa juga kepada penyintas. Dan kami juga terkendalanya itu di aksesnya. Untuk saat ini kami terus edukasi dan ajak penyintas agar berkenan melakukan plasma konvalesen,” kata Ketua IDI Kudus dr Ahmad Syaifuddin, Senin (11/01/2021).

Menurutnya, ketika ada penyintas dari Kudus yang berkenan mendonorkan plasma konvalesen, akan diarahkan ke UTD PMI Kota Semarang.

Lalu, plasma konvalesen tersebut akan diberikan ke pasien yang tengah di rawat di rumah sakit yang ada di Kudus. Saat ini di Kota Kretek sendiri belum tersedia stok plasma konvalesen.

“Untuk efektifitasnya kami bilang sampai saat ini plasma konvalesen masih dalam tahap penelitian,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut dr Ahmad Syaifuddin ada beberapa syarat bagi ketika penyintas untuk mendonorkan plasma konvalesen. Yakni diutamakan laki-laki.

Namun, diperbolehkan juga bagi perempuan dengan syarat belum pernah hamil. Selain itu pendonor harus sehat yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.

“Bebas dari infeksi virus corona atau telah sembuh minimal selama 14 hari. Kemudian pendonor harus bebas dari virus, parasit atau patogen lain yang berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah. Dan pendonor harus memiliki antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi,” terang dia.

Ia berharap ke depannya ada akses yang lebih mudah bagi pendonor plasma konvalesen.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...