Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Gelar PPKM Mulai Besok, Ini Sektor-Sektor yang Dibatasi

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus akan mulai melaksanakan Penerapan Pembataan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai Surat Edaran Gubernur Jateng Nomor 443.5/0000429 tertanggal 8 Januari 2021, mulai Senin (11/1/2021) besok.

Sejumlah pembatasan-pembatasan pun akan diterapkan mulai besok hingga 25 Januari 2021 mendatang. Mulai dari sektor ekonomi hingga sektor sosial.

Satuan Tugas Penangan Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi merincikan, dalam Surat Edaran Bupati Kudus Nomor 800/024/26.00/2021 sektor pertama yang dibatasi adalah kegiatan kantoran baik negeri maupun swasta.

Dalam SE tersebut, lembaga atau instansi terkait harus menerapkan work from home (WFH) sebanyak 75 persen, dan sisanya boleh bekerja di kantor seperti biasa.

Khusus untuk lembaga di lingkungan Pemkab Kudus, kata Andini, pelaksanaan teknis akan dilakukan usai rapat Satgas, Senin besok.

“Untuk teknis di lingkungan Pemkab, akan diumumkan besok,” ujar Andini via sambungan telepon, Minggu (10/1/2021) petang.

Yang kedua adalah sektor pendidikan. Andini menerangkan, semua sekolah yang berada di bawah binaan Dinas Dikpora Kabupaten dan Kementerian Agama Kudus untuk melaksanakan sekolah secara daring.

“Termasuk di antaranya adalah sekolah-sekolah dengan sistem asrama atau boarding school,” ujar Andini.

Selain sektor pendidikan, sektor pariwisata juga dilakukan pembatasan. Dalam SE, kata Andini, semua objek wisata baik yang dikelola pemkab maupun swasta, diinstruksikan untuk tutup.

“Selain itu juga tidak boleh ada kegiatan seni, budaya, maupun olahraga. Masyarakat juga diharapkan tak menggelar kegiatan pengumpulan massa,” sambungnya.

Kemudian untuk pusat perbelanjaan dan mal, lanjut dia, akan dilakukan pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 19.00 WIB. Sementara untuk sektor yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, boleh beroperasi 100 persen.

“Untuk restoran dan tempat makan hanya boleh melayani 25 persen dari kapasitas makan di tempat, sisanya melalui pesan antar atau bungkus,” jelas dia.

Sedangkan untuk tempat ibadah, kata dia, boleh menyelenggarakan dengan kapasitas 50 persen saja. “Dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...