Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

TPA Gemulung Dibuka DPRD Jepara, Gantian Warga Gemulung Akan Mengadu

MURIANEWS, Jepara – Setelah dibuka kembali secara sepihak oleh DPRD Jepara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gemulung kembali mendapatkan sorotan. Kali ini dari warga Desa Gemulung, Pecangaan, Jepara, yang sudah sejak 6,5 tahun lalu meminta agar TPA ini ditutup.

Mereka menyatakan akan segera mengadu kepada para pihak terkait, karena dibukanya kembali TPA Gemulung tersebut.

Perangkat Desa Gemulung, Arifin, menyatakan pada tahun 2014 lalu, Pemerintah Desa Gemulung secara resmi meminta Pemkab Jepara untuk menutup TPA tersebut. Alasan yang diajukan oleh Pemdes Gemulung adalah karena TPA tersebut sudah tidak representatif.

Secara aturan sudah tidak memenuhi syarat dan sudah menimbulkan dampak bagi lingkungan masyarakat sekitarnya.

Jika saat ini ada yang menduga bahwa penutupan TPA Gemulung ada kaitannya dengan kepentingan pengembangan salah satu pabrik, hal itu dinilai tidaklah beralasan.

Pasalnya, usulan penutupan TPA Gemulung sudah disampaikan pada tahun 2014, jauh sebelum adanya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang terkait Penanaman Modal Asing (PMA).

“Aalasan kami mengusulkan penutupan TPA ya karena memang sudah tidak representatif. Banyak lalat dan serangga yang mengganggu aktivitas masyarakat. Khususnya lembaga pendidikan SD/madrasah yang lokasinya sangat dekat TPA. Dampak lingkungannya bagi kami sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” ujar Arifin, Minggu (10/1/2021).

Pemdes Gemulung sendiri menurut Arifin, tidak akan mencampuri urusan ditutup atau dibukanya kembali TPA Gemulung. Disebutkan, kebijakan Pemdes akan menganut pada kebijakan Pemkab Jepara, karena TPA merupakan aset Pemkab Jepara.

Namun demikian, pihaknya mewakili masyarakat Gemulung, berharap kebijakan yang dilakukan tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat Gemulung.

Penutupan TPA Gemulung, juga diakui menimbulkan dampak bagi masyarakat Gemulung dalam masalah membuang sampah. Namun menurut dia, kesehatan dan keselamatan warga Gemulung, dalam hal ini memang lebih diprioritaskan.

Sehingga menurutnya, jika TPA dibuka kembali, maka seharusnya ada perlakuan dan pengawasan khusus bagi warga Gemulung.

“Kami sudah menghubungi beberapa pihak, termasuk anggota dewan yang sudah membuka kembali TPA ini. Bahkan ketua DPR Jepara sudah kami hubungi. Kami pastikan, kami juga akan mengadu terkait hal ini. Jika memang akan dibuka, kami kira perlu langkah rehabilitasi terlebih dahulu, baru boleh dibuka kembali,” tambah Arifin.

Baca: DPRD Jepara Buka Sendiri TPA Gemulung, Junarso: Keputusan Pemkab Tak Sesuai Hasil Paripurna

Sementara itu, meskipun sudah dikeluhkan warga Gemulung sejak 2014, Pemkab Jepara akhirnya baru memutuskan menutup TPA Gemulung pada April 2020 lalu. Namun penutupan ini baru pada akhir tahun memunculkan respon bertolak belakang.

Sekelompok pelaku usaha pengelola sampah di wilayah Jepara bagian selatan, pada 4 Januari 2021 menggelar aksi ke DPRD Jepara. Mereka menyatakan keberatan karena harus membuang sampah yang dikelolanya ke TPA Bandengan.

DPRD Jepara kemudian merespon aduan ini dengan menggelar rapat audiensi pada 5 Januari 2021, yang kemudian disusul dengan pembukaan TPA Gemulung oleh pimpinan DPRD Jepara pada 7 Januari 2021.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...