Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Abai Prokes, Puluhan Pengunjung Warkop di Grobogan Diswab di Tempat

MURIANEWS, Grobogan – Puluhan pengunjung di beberapa warung kopi (warkop) yang ada di Kecamatan Grobogan diminta menjalani swab test di tempat oleh petugas gabungan saat melaksanakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di tempat tersebut.

Tindakan ini dilakukan setelah mereka kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni, tidak memakai masker dan menciptakan kerumunan.

Kepala Satpol PP Grobogan Nur Nawanta mengungkapkan, ada 22 pelanggar yang ditemukan dalam operasi yustisi di beberapa warkop tersebut. Setelah didata dan diberi pembinaan, para pelanggar langsung diminta menjalani swab test ditempat.

“Pelanggar yang terjaring operasi di warung kopi ada 22 orang. Sebagian besar pelanggar ini adalah anak muda,” jelasnya, Sabtu (9/1/2021).

Selain memberikan sanksi pada pelanggar, pihaknya juga menyampaikan sosialisasi pada pemilik warkop untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah adanya kerumunan pengunjung. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Grobogan yang saat ini masih terjadi penambahan kasus baru cukup banyak.

“Kami mengingatkan pada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir. Untuk itu, saya meminta masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari agar terhindar dari penularan Covid-19. Gunakan masker, jaga jarak, jangan berkerumun, dan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan Covid-19,” cetus mantan Camat Grobogan itu.

Nawanta menegaskan, sejak Oktober tahun 2020 lalu, pihaknya sudah rutin menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di berbagai lokasi.

Dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, totalnya ada 5.335 pelanggar yang terjaring dalam operasi yustisi. Rinciannya, pelanggar bulan Oktober ada 664 orang, bulan November ada 2.191 orang, dan bulan Desember ada 2.480 orang.

Setelah didata dan diberi pembinaan, para pelanggar yang terjaring razia ini diberikan teguran lisan hingga menjalani sanksi sosial. Seperti menyapu dan membersihkan sampah, membaca protokol kesehatan, mengucapkan naskah Pancasila, hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Selain itu, di antara pelanggar yang terjaring razia diminta menjalani swab test maupun rapid test antigen di tempat. Dari hasil swab test maupun rapid test antigen yang kita lakukan tahun lalu, totalnya ada lima pelanggar yang hasilnya positif Covid-19,” jelasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...