Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Laporan Tak Tepat Sasaran, Lembaga Penyalur BPUM di Kudus Diharap Punya Tim Verifikasi Independen

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengharapkan lembaga-lembaga keuangan penyalur bantuan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kudus untuk memiliki tim verifikasi yang independen.

Hal tersebut dilakukan karena pihaknya mulai mendapat laporan masyarakat terkait ketimpangan dan tidak tepat sasarannya penerima Banpres untuk pelaku usaha mikro tersebut.

“Banyak yang komplain ke saya ada yang tidak dapat bantuan, yang dapat justru yang jualannya kadang-kadang, rumahnya bagus, dan punya mobil,” kata Hartopo saat ditemui awak media usai rapat evaluasi penyaluran BPUM dengan BRI, Jumat (8/1/2021).

Selain aduan tidak tepat sasarannya bantuan tersebut, pihaknya juga menerima laporan jika penerima bantuan adalah pelaku usaha yang sudah tutup lama tidak ada aktivitas berjualan. Namun, karena masih memiliki izin usaha bisa memperoleh bantuan.

“Ada itu juga usaha yang sudah tutup lama, lokasinya di ruko sewaan, tapi masih dapat bantuan,” sambungnya.

Hal tersebut, kata dia, bisa dilakukan antisipasinya. “Yakni dengan adanya tim verifikasi sendiri, sementara di BRI mereka hanya mengandalkan verifikasi tingkat RT dan RW saja,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperinkop dan UKM), Sunardi juga berharap penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro dari pemerintah pusat tersebut bisa tepat sasaran.

Proses verifikasi, kata dia, saat ini juga masih dilakukan untuk pencairan BPUM tahap berikutnya. Sehingga pihaknya meminta semua lembaga keuangan penyalur bantuan bisa turut memverifikasi agar tepat sasaran.

Terlebih, lanjut Nardi, persyaratan untuk memperoleh BPUM ‎terbilang mudah. Yakni dengan mengumpulkan surat keterangan memiliki usaha mikro dari pemerintah desa setempat, dan maksimal uang di rekening Rp 2 juta dan tidak memiliki utang.

“Dengan persyaratan begitu banyak yang bisa mengajukannya, sehingga kami minta diverifikasi agar tepat sasaran,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...