Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bisakah Covid-19 Picu Penyakit Kulit? Ini Penjelasan Medisnya

MURIANEWS, Kudus – Covid-19 secara umum ditandai dengan gejala batuk, demam, dan sesak napas. Hal itu lantaran Covid-19 menyerang saluran pernapasan.

Namun, penyakit kulit sebenarnya juga tidak luput dari sasaran Covid-19. Hal ini bergantung pada imunitas masing-masing orang.

Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi mengatakan, Covid-19 memiliki seribu wajah, sehingga dapat menyerang organ tubuh.

Untuk mereka yang terserang pada bagian kulit pada umumnya muncul pada hari ketujuh setelah gejala lain seperti demam dan batuk.

“Bisa menyerang kulit. Biasanya virus masuk pada hari ketujuh. Paling berpotensi yang punya riwayat diabetes. Karena ketika glukosa naik, imunitas pada kulit turun. Sehingga terjadi gatal-gatal,” katanya, Jumat (8/01/2021).

Beberapa jenis masalah kulit pada pasien Covid-19 yakni ruam urtikaria yang muncul pada dada, perut, dan punggung kaki. Ada juga beruntus dan ruam merah yang biasanya muncul di dada, perut dan punggung.

Kemudian ada beruntus vesikal yang juga biasa muncul pada dada, perut dan punggung. Lalu ada lesi keunguan dan nyeri yang muncul di paha, betis, telapak tangan, dan punggung kaki.

Jenis lainnya yang dapat muncul pada kulit yakni bercak merah ungu mirip jala yang biasanya muncul di paha dan betis. Kemudian ada beruntus kemerahan yang juga muncul pada paha dan betis.

Menurut Hilal, kondisi ini juga bergantung pada imunitas masing-masing orang. Selain itu juga bergantung pada riwayat penyakit yang dimiliki oleh seseorang. Ketika seseorang mengalami hal ini, Hilal menyarankan agar segera konsultasi ke dokter.

“Segera konsultasi ke dokter. Karena bisa juga hal ini memang disebabkan Covid-19 atau memang karena gatal yang disebabkan jamur. Selain itu segera minum obat, lakukan diet rendah gula dan mandi dengan antiseptik,” sambungnya.

Kendati Covid-19 dapat menyerang kulit, Hilal menyampaikan masyarakat tidak perlu panik. Sebab, penyakit ini bisa sembuh. Perihal berapa waktu sembuhnya itu bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Dony Wicaksana. Menurutnya Covid-19 memang dapat menyerang kulit. Hanya, persentasenya lebih kecil daripada menyerang saluran pernapasan.

“Bisa juga menyerang kulit. Tapi secara umum Covid-19 menyerangnya saluran pernapasan dengan gejala yang ditimbulkan baruk, pilek, dan sesak napas,” katanya, Jumat (8/01/2021).

Lebih lanjut, dr Dony menyampaikan agar masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan. Hal ini lantaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Terlebih menurutnya kondisi rumah sakit yang semakin penuh dengan pasien Covid-19 menjadi tanda yang tidak bagus.

“Kalau dari saya inginnya masyarakat lebih disiplin prokes. Kalau kondisinya seperti ini terus seperti rumah sakit penuh, tenaga medis kewalahan, situasinya bisa outbreak. Karena tidak seimbang antara pasien dengan tenaga medis,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...