Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Plt Bupati Kudus Polisikan Staf KONI, Ini Penyebabnya

MURIANEWS, Kudus – Plt Bupati Kudus HM Hartopo melaporkan salah seorang staf kantor KONI Kudus bernama Heru Widyawan ke Polres Kudus. Laporan itu terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap orang nomor satu di Kudus itu.

Heru dituding telah mencemarkan nama baik Hartopo dengan isu setoran dari pengurus organisasi olahraga di Kudus.

“Biar terbukti, biar tahu, kalau saya itu tidak seperti itu,” kata Hartopo kepada MURIANEWS, Kamis (7/1/2021).

Hartopo juga menyebut telah mendengar adanya isu ada pihak yang mencatut namanya untuk meminta setoran. Oleh karenanya, pihaknya bertindak dan menyerahkan kasus ini ke tim hukumnya.

“Yang terbaik seperti apa, saya serahkan ke tim hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Yusuf Istanto, kuasa hukum Hartopo menyatakan telah melaporkan kasus ini ke Polres Kudus pada Rabu (6/1/2021) kemarin.

Pencemaran nama baik tersebut, lanjut Yusuf, berawal saat Ketua Pengkab PBVSI HM Ridwan bertemu dengan Heru di warung sate Pekeng, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Waktu itu menurut dia, Ridwan menyinggung dan menanyakan tentang kabar akan adanya mosi tidak percaya yang kedua kepada Antoni Alfin selaku Ketua KONI Kudus. Saat itulah menurut dia, terlapor melontarkan kalimat adanya setoran ke Plt bupati Kudus.

“Menurut Pak Ridwan, Mas Heru nimpali (menjawab) opo meneh? Opo setorane Plt kurang? (Apa lagi? Apa setoranya Plt masih kurang?,” ucapnya menirukan jawaban dari Heru.

Ridwan yang kaget mendapatkan jawaban itu pun kembali bertanya kepada Heru tentang maksud ucapanya tadi. Namun disebutkan jika Heru tidak menjawabnya lagi dan langsung pergi.

Ridwan yang ketika itu penasaran, lantas menanyakan hal setoran tersebut kepada keluarga Hartopo, yakni Muhammad Syaefuddin alias Ost yang juga sebagai pengurus KONI.

“Waktu itu Mas Ost jawab kepada Pak Ridwan tidak ada seperti itu (setoran),” terangnya.

Sampai kemudian, Ost pun menyampaikan informasi tersebut kepada Hartopo. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan informasi lain yang menyatakan ada oknum pengurus KONI yang keliling ke pengurus organisasi olahraga untuk meminta uang.

“Informasinya muter ke pengkap meminta uang untuk setoran ke Pak Plt melalui Mas Ost. Kami kan kaget, itu waktunya hampir bersamaan. Setelah kami konfirmasi ke pengurus KONI lain, sama yang namanya H Mamuk itu tidak ada yang seperti itu,” jelasnya.

Ia menyebut jika isu seperti itu sudah lama berembus. Namun karena waktu itu belum tahu siapa yang bicara, pihaknya tidak menindak lanjutinya. Namun, kini sudah jelas siapa orang yang bicara hal itu.

“Sebelumnya kabar burung, ini kami sudah konfirmasi, Pak Ridwan juga sudah bilang iya, waktu itu juga ada sopir Pak Ridwan yang menyaksikan saat Heru bilang Plt. Heru saat kami konfirmasi dia mengaku ngomong sama Pak Ridwan tentang setoran, tapi dia tidak mengakui kalau menyebut Plt,” terangnya.

Pihaknya pun khawatir, masyarakat akan berasumsi saat mosi tidak percaya gagal gara-gara diinterfensi Plt Bupati Kudus ada hubungan dengan uang. Padahal menurutnya, Plt Bupati Kudus HM Hartopo sama sekali tidak pernah menerima uang.

“Kami juga ingin masyarakat tahu kalau Pak Plt itu bersih. Makanya berani melaporkan, biar terbukti siapa yang benar dan siapa yang salah. Biar semua selesai, apa mungkin ada orang yang memakai nama Pak Plt bupati Kudus untuk meminta kesana kemari. Semoga bisa diungkap tuntas,” pungkasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menyatakan pihaknya sudah diskusi mengenai hal tersebut dengan kuasa hukum Plt bupati Kudus. Kini pihaknya masih menunggu berkas-berkas laporan dilengkapi untuk bisa segera ditindaklanjuti.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...