Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

DPRD Jepara Buka Sendiri TPA Gemulung, Junarso: Keputusan Pemkab Tak Sesuai Hasil Paripurna

MURIANEWS, Jepara – DPRD Jepara membuka kembali TPA Gemulung, Pecangaan, Jepara, setelah sebelumnya ditutup secara resmi oleh Pemkab Jepara. Pembukaan kembali ini dilakukan Kamis (7/1/2021) oleh Pimpinan DPRD Jepara dan Pimpinan Komisi D DPRD Jepara.

Pembukaan TPA Gemulung, dilaksanakan setelah sehari sebelumnya pada Rabu (6/1/2021) DPRD Jepara menggelar rapat audiensi dengan sejumlah pihak terkait. Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno menyatakan, penutupan TPA gemulung dilakukan sepihak dan tidak sesuai hasil keputusan Rapat DPRD Jepara dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara.

“Keputusan DPRD Jepara yang disahkan dalam Rapat Paripurna Tanggal 25 November 2020 itu menyebutkan, penutupan TPA gemulung tidak disetujui atau ditolak sebelum ada kajian dan TPA yang baru sebagai pengganti. Tapi ini dilakukan sepihak, sehingga hari ini kami buka kembali TPA Gemulung,” ujar Pratikno, Kamis (7/1/2021).

Selain itu, menurut Pratikno, pihak Bappeda juga sudah menyampaikan rekomendasi atas permohonan yang diajukan DLH mengenai penutupan TPA Gemulung. Ada dua rekomendasi yang disampaikan oleh Bappeda dalam hal ini.

Rekomendasi tersebut adalah TPA Gemulung tetap dioperasikan, namun harus ada kegiatan rehabilitasi. Namun jika ditutup, maka harus ada TPA pengganti yang baru sesuai dengan aturan yang ada.

Rekomendasi tersebut sampai saat ini belum dilakukan oleh DLH Jepara. Namun disisi lain, DLH Jepara malah sudah mekakukan penutupan TPA Gemulung. DPRD Jepara menilai, sikap DLH Jepara ini ‘ngotot’ dan arogan, karena tetap menutup TPA Gemulung, dengan melanggar keputusan DPRD Jepara.

“Penutupan TPA Gemulung pada akhirnya menimbulkan masalah. Masyarakat dirugikan karena kesulitan membuang sampah. Paguyuban pengelola sampah mengadu ke DPRD Jepara, dan kami harus mengambil tindakan tegas. Kami akhirnya sepakat membuka kembali TPA Gemulung ini. Tugas DLH salah satunya adalah menangani masalah sampah agar menimbulkan masalah lingkungan. Tidak malah memicu masalah lingkungan,” tambah Pratikno.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah di DLH Jepara, Lulut Ariyanto menyatakan, pihaknya memang tidak bisa menghadiri undangan DPRD Jepara pada pertemuan terakhir Rabu (6/1/2021). Hal ini dikarenakan DLH Jepara tengah menjalani lock down, menyusul kasus Covid-19 yang terjadi di lingkungan DLH Jepara. Dalam hal ini dirinya juga sedang menjalani masa isolasi mandiri, termasuk Kepala DLH, Farikha Elida.

Masalah penutupan TPA Gemulung menurutnya sudah disampaikan alasan-alasannya. Keputusan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Mengenai pembukaan kembali TPA Gemulung oleh DPRD Jepara, pihaknya belum bisa memberikan pernyataan apapun. Masalah ini masih akan dibahas dalam Rakor di Sekda Jepara, Kamis (7/1/2021) siang ini.

“Kami di DLH saat ini masih dilingkupi suasana lock down. Bahkan hari ini ibu Kepala Dinas juga tengah kehilangan suami tercinta yang meninggal dunia. Kemarin kami memang sudah menyampaikan tidak bisa hadir karena situasi itu. Tapi hari ini masalah ini akan dibahas dalam Rakor di Sekda Jepara. Seperti apa hasilnya, nanti kami sampaikan,” ujar Lulut.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...