Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PSBB Jawa-Bali, Tiga Wilayah di Jateng Ini Diprioritaskan

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk semua provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan ini akan berlakukan mulai 11 hingga 25 Januari 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya siap memberlakukan kebijakan tersebut. Namun menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu surat resmi dari pemerintah pusat.

“Tadi saat rapat bersama Presiden sudah disampaikan, khusus Provinsi Jawa-Bali akan dilakukan pengetatan baik dalam konteks kerumunan sampai pemberlakuan jam malam. Pak Menko Perekonomian juga sudah telepon saya soal itu, tapi kami masih menunggu peraturan resmi dari pusat soal ini,” katanya, Rabu (6/1/2021).

Ia mengatakan, pembatasan sosial yang lebih ketat itu tidak dilakukan pada satu wilayah teritory pemerintahan. Melainkan pada daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus atau zona merah.

Di Jawa Tengah menurutnya ada beberapa wilayah yang akan menerapkan. Di antaranya Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya.

“Kalau di Jateng ini misalnya Semarang Raya, Solo Raya dan saya usulkan Banyumas Raya. Tiga ini yang menjadi perhatian khususnya Semarang Raya dan Solo Raya yang kasusnya melonjak,” ujarnya.

Disinggung terkait kesiapan penerapan pembatasan sosial secara ketat, Ganjar mengatakan sudah siap. Pasalnya, seluruh daerah sudah berlatih sejak lama terkait kegiatan pembatasan masyarakat itu.

“Tinggal nanti kami sampaikan pada bupati/wali kota agar segera dilaksanakan. Akan kami kirim surat kepada mereka agar mempersiapkan diri dan segera melakukan sosialisasi,” katanya.

Baca: Pemerintah Tetapkan PSBB Jawa-Bali Mulai 11-25 Januari 2021

Ganjar sendiri membenarkan bahwa kapasitas tempat isolasi dan ICU di Jateng sudah di atas batas aman. Yakni ICU 64 persen dan tempat tidur isolasi sebanyak 71 persen. Meski begitu, pihaknya terus melakukan penambahan dan sebenarnya kondisinya masih relatif aman.

“Tadi rapat kami sepakat menambah sebanyak 20 persen dari kapasitas yang sudah ada. Sebenarnya kondisinya tidak semengerikan yang ada di media, karena beberapa tempat isolasi terpusat kami seperti Donohudan, BPSDM dan gedung pertanian di Temanggung kapasitasnya masih sangat banyak,” terangnya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, menyebutkan jika pembatasan sosial serentak di Jawa-Bali karena daerah-daerah itu memenuhi parameter dalam penanganan Covid-19. Di antaranya keterisian tempat tidur rumah sakit baik ICU maupun isolasi di atas 70 persen.

Kemudian kasus aktif di atas tingkat nasional sebesar 14 persen, tingkat kematian di atas rata-rata nasional sebesar 3 persen dan tingkat kesembuhan berada di bawah nasional, yakni 14 persen.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...