Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dapat Kuota PTSL 73.000, Bupati Pati: Biaya Maksimal Rp 400 Ribu

MURIANEWS, Pati – Kabupaten Pati tahun ini mendapat kuota 73.000 bidang tanah untuk dilakukan pensertifikatan atau yang biasa disebut Pendaftaran Tanah Sitematis Lengkap (PTSL). Kuota tersebut bertambah dibandingkan pada 2020 lalu yang hanya 30.000 bidang tanah.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mujiono mengatakan, program PTSL ini merupakan program dari pemerintah pusat agar seluruh tanah sudah bersertifikat pada 2024 mendatang. Sehingga program penyertifikatan masal pun dilakukan.

“Target kami terus bertambah. Karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, ternyata kuota pendaftarannya membeludak. Karena itu, kami mengusukan untuk penambahkan bidang tanah di Pati yang akan disertifikatkan,” ungkapnya saat menyerahkan sertifikat tanah kepada warga di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (5/1/2021).

Sedangkan untuk besaran biaya untuk mengajukan PTSL ini, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agraria dan Tata Tauang/Kepala BPN, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Desq, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Untuk besarannya sendiri, khusus daerah jawa bali sebanyak Rp 150 ribu.

“Target pencapaian lebih besar dari tahun sebelumnya yakni 73.000 bidang. Sehingga pada tahun ini kami harus kerja lebih berat lagi karena targetnya lebih banyak,” paparnya.

Sementara Bupati Pati Haryanto mengaku sangat mendukung program PTSL. Sebab hal itu bisa meringankan beban masyarakat dalam memperoleh legalitas lahan.

Terkait, biaya PTSL pigaknya juga sudah menerbitkan Perbup dengan adanya tambahan diluar SKB tiga menteri. Dalam hal ini ada biaya tambahan dari pemerintah desa sebesar Rp 250 ribu per pemohon.

“Total biaya, maksimal 400 ribu. Uang tersebut dipergunakan untuk membeli patok pembatas tanah, materai, operasional, transport dan lainnya. Ketika melebihi itu dianggap pungli,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...