Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Merapi Masuki Fase Erupsi, Ganjar Perintahkan BPBD Pastikan Pengungsian Berstandar Covid

MURIANEWS, Semarang – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyatakan Gunung Merapi mulai memasuki fase erupsi.

Aktivitas guguran Gunung Merapi meningkat pada Selasa (5/1/2020) malam, dengan 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-41 mm, durasi 11-127 detik. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY mengeluarkan guguran lava pijar yang teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB.

Aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan pada pukul 20.21 dan 22.00 WIB. Sedangkan Pos Kaliurang mengamati guguran lava pijar dan mendengar suara guguran pada pukul 22.37 dan 23.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, Gunung Merapi telah memasuki fase awal erupsi sejak 31 Desember 2020. Ini ditandai munculnya api diam hingga fenomena guguran lava pijar dari puncak yang terlihat pertama kali pada 4 Januari 2021 malam.

“Dari satelit juga menginformasikan gundukan yang diduga itu adalah material baru,” papar Hanik dalam jumpa pers virtual.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun langsung merespon peningkatan aktivitas Merapi ini. Ganjar memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di area yang mengelilingi Gunung Merapi untuk memastikan kondisi pengungsi dan tempat pengungsiannya.

Ganjar mengatakan, instruksi secara umum masih sama seperti pada saat status Gunung Merapi meningkat pada level siaga 1. Ia meyakini warga di lereng Gunung Merapi sudah paham dan akan ikut perintah BPBD.

Pihaknya terus meminta agar pengelola tempat pengungsian memastikan kondisi para pengungsi dijaga dengan baik, utamanya berkaitan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Sekarang saya minta untuk dipastikan di area yang berbahaya itu pastikan mereka semua sudah mengungsi dan saya minta untuk ngecek,” ujar Ganjar, Rabu (6/1/20210.

Ganjar juga meminta agar BPBD mengambil data sains dari vulkanologis terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut. Kemudian, data tersebut akan disampaikan pada masyarakat agar mereka juga memahami.

“Kebetulan saya dilaporin setiap hari, dapat report terus oleh kawan-kawan dan sampai hari ini masih terkendali dan di tempat-tempat pengungsian selalu standby terus,” terangnya.

Ganjar mengatakan, sampai tadi malam dirinya masih mendapat laporan terkini tentang kondisi pengungsian di Boyolali, Magelang dan Klaten.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...