Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ribuan Petani di Kudus Sudah Asuransikan Tanaman Padinya

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 4.226 petani padi di Kabupaten Kudus telah mengikutsertakan tanaman padinya pada program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dengan total luasan lahan sebesar seluas 2.057,49 hektare.

Program AUTP sendiri merupakan progam pemerintah yang memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama.

“Petani yang sudah mengikuti program AUTP tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Jati, Mejobo, Jekulo, dan Undaan dengan luasan bervariasi,” ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh, Rabu (6/1/2021).

Dari luasan tersebut, pihaknya mencatat, sebagian besar luasan tanaman padi terdaftar di AUTP dibiayai APBN. Sebagian lagi, lanjutnya, dibiayai APBD Provinsi Jateng.

Rinciannya, sambung Dewi, adalah 1.060,04 hektare lahan yang dibiayai APBN dan 996,55 hektare yang dibiayai oleh APBD provinsi.

“Untuk alokasi yang dibiayai Kabupaten Kudus sendiri tersedia 3.000 hektare, 2.000 dari pusat dan 1.000 hektare dari provinsi,” ujar dia.

Dewi menambahkan, adanya program asuransi tersebut sangat bermanfaat bagi petani yang lahan garapannya berada di daerah rawan bencana banjir maupun rawan serangan hama.

Termasuk tanaman padi yang kini terendam banjir di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Jati.

“Bagi tanaman padi petani yang rusak total, klaim asuransinya bisa mencapai Rp 6 juta per hektare. Sementara yang rusak sebagian tentu disesuaikan luasan tanaman padinya yang rusak,” tandasnya.

Untuk diketahui, persyaratan untuk mendaftar progam tersebut yang paling penting adalah sudah terdaftar dalam kelompok petani. Setelahnya, petani menyerahkan fotokopi identitas diri serta mengisi formulir yang disediakan.

Sementara biaya premi yang harus dibayarkan petani sebesar Rp 36.000 atau 20 persen dari nilai premi normal sebesar Rp 180.000 per hektare per musim tanam. Sedangkan sisanya disubsidi pemerintah sebesar Rp 144.000.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...