Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Angka Kematian Tinggi, Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Pati Kewalahan

MURIANEWS, Pati – Tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat tim pemulasaran jenazah kewalahan. Apalagi tim yang dibagi menjadi dua tim ini hanya terdiri dari 16 orang saja. Praktis, mereka harus pontang-panting apabila ada jenazah Covid-19 yang harus dimakamkan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, tim pemulasaran jenazah ini hanya ada dua tim. Masing-masing tim terdapat delapan orang, sehingga totalnya ada 16 orang.

Namun, melihat angka kematian Covid-19 yang begitu tinggi, kemampuan mereka ini hanya terfokus untuk pemulasaran, sehingga hal-hal lain yang sifatnya administratif, tidak begitu terpikirkan.

“Maklum kalau mereka terkadang tidak begitu memperhatikan hal-hal administratif, sekalipun itu adalah salah satu syarat untuk mencairkan honornya,” ungkap Budi.

Dia menambhakan, semenjak tim pemulasaran jenazah Covid-19 dibentuk 17 Juni 2020 lalu, hingga hari ini sudah memakamkan sebanyak 429 jenazah sesuai dengan protokol kesehatan. Apabila dirinci, dalam sehari saja, mereka terkadang memakamkan hingga sembilan jenazah dengan lokasi yang berbeda.

“Tentu hal ni membuat mereka harus bekerja ektra. Namun, terkadang mereka juga kewalahan apabila yang harus dimakamkan cukup banyak. Bahkan, hingga tengah malam pun kadang masih melakukan pemakaman,” imbuhnya.

Sementara untuk anggarannya sendiri, dalam sekali pemakaman dianggarkan Rp 2,4 juta. Dana tersebut kemudian dibagi oleh tim tersebut, sehingga setiap orang mendapatkan Rp 300 ribu setiap kali ada pemakaman jenazah covid.

“Terkadang mereka juga dibantu oleh relawan yang lain. Semoga ada penambahan tim pemulasaran, sehingga tidak hanya dua tim yang bergerak terus,”  tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...