Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Hektare Sawah di Kudus Terendam Banjir, Pemkab Upayakan Bantuan Benih

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan mengupayakan bantuan benih untuk mengganti tanaman padi yang puso akibat banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Kudus.

Termasuk, banjir yang tengah terjadi di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati dan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu akibat jebolnya tanggul Kali Gelis di Dukuh Banget.

Hanya saja, pihak Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kudus belum menerima update terbaru berapa jumlah lahan pertanian yang kebanjiran sejak pekan lalu tersebut.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh merincikan, sampai saat ini, data yang ada di pihaknya ada sebanyak 176,5 hektare sawah yang terendam.

Luasan tersebut, lanjut dia, berada di dua kecamatan. Yakni 1,5 hektare di Kecamatan Jati dan selebihnya berada di Kecamatan Kaliwungu. Meliputi Desa Prambatan Lor, Blimbing Kidul, Setrokalangan, Garung Kidul, Kedungdowo, dan Banget.

“Tentu akan kami usulkan jika ada yang puso, kami usulkan kepada Kementerian Pertanian untuk mendapatkan bantuan benih,” ucap dia Selasa (5/1/2021).

Pihaknya menambahkan, sebagian besar tanaman padi yang terdampak banjir juga sudah terdaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi tersebut, akan memberikan jaminan atas lahan garapan petani ketika dilanda banjir atau serangan hama.

“Bagi petani yang belum mendaftarkan lahan tanaman padinya melalui program AUTP akan kami ajukan bantuan ke pusat untuk mendapatkan bantuan benih,” jelas dia.

Sementara Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, banyak sawah padi di Kecamatan Kaliwungu terendam banjir. “Ada lima desa dengan luas tanaman bervariasi,” ujar dia.

Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono sebelumnya juga mengungkapkan di desanya ada sekitar 35 hektare sawah padi yang tergenang banjir sejak tanggul jebol di 2 Januari lalu.

Untuk potensi kerugiannya, sambung dia, disesuaikan dengan usia tanaman. Untuk usia kurang dari 60 hari kerugian per hektarenya ditaksir mencapai Rp 7,5 juta.

“Sementara usia tanaman lebih dari 60 hari potensi kerugiannya bisa mencapai Rp15 juta,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...