Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TPA Gemulung Ditutup, Paguyuban Pengelola Sampah Jepara Selatan Wadul ke Dewan

MURIANEWS, Jepara – Sejumlah warga yang tergabung dalam Paguyuban Pengelola Sampah Wilayah Jepara Selatan (PPSWJS), keberatan dengan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gemulung. Pasalnya, usai ditutup mereka kesulitan membuang sampah, yang selama ini mereka kelola di wilayah Jepara Selatan.

Atas keluhan tersebut, PPSWJS mengadukan persoal tersebut ke DPRD Jepara, Senin (4/1/2020). Mereka berharap para wakil rakyat yang ditemui bisa memberikan solusi atas kebijakan tersebut.

Ketua PPSWJS, Mawardi menjelaskan, mulai 1 Januari 2021 lalu, pihaknya sudah tidak diperbolehkan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Pasar Kalinyamatan. Padahal, TPS Pasar Kalinyamatan menjadi alternatif setelah TPA Gemulung ditutup.

Pihak DLH bahkan menginstruksikan untuk membuang sampah ke TPA Bandengan. Kebijakan tersebut akhirnya membuat para anggota paguyuban menjerit. Selain jarak yang jauh, para pengelola sampah juga hanya menggunakan kendaraan roda tiga. Praktis pembuangan sampah tak bisa dilakukan sekali jalan.

“Menghadapi permasalahan ini, kami berharap TPA Gemulung bisa dibuka kembali. Jika tidak, maka mohon bisa dibuatkan TPS untuk wilayah Jepara selatan yang dapat mencakup Kecamatan Kalinyamatan, Mayong, dan Welahan. Sehingga kami tetap bisa bekerja mengelola sampah ini,” ujar Mawardi mewakili rekan-rekannya.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno menyayangkan penutupan TPA Gemulung yang menurutnya dilakukan secara sepihak. DPRD Jepara menurut Pratikno sudah menyampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan kajian lebih dulu sebelum menutup TPA Gemulung.

“Kami sudah sampaikan ke DLH, agar melakukan kajian dampak sosialnya, sebelum menutup TPA Gemulung. Harus ada solusi pengganti TPA Gemulung yang ditutup, yang bisa diakses oleh masyarakat. Sehingga permasalahan sampah tidak terjadi,” ujar Pratikno dalam kesempatan yang sama.

Para anggota PPSWJS sendiri, sebelum mendatangi DPRD Jepara, sempat melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda tiga yang biasa mereka gunakan. Kendaraan yang masih penuh sampah itu mereka bawa ke Kantor Bupati Jepara, sebelum kemudian mereka lanjut ke Gedung DPRD Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...