Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Kedelai Meroket, Produsen Tahu-Tempe di Pati Berharap Subsidi Pemerintah

MURIANEWS, Pati – Meroketnya harga kedelai impor sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe membuat para produsen tahu dan tempe kelimpungan. Mereka pun berharap ada subsidi dari pemerintah atas kenaikan ini.

Salah satu produsen tempe di pati Ashadi berharap ada terobosan berupa subsidi dari pemerintah untuk membantu produsen tahu dan tempe. Itu lantaran, kenaikan harga kedelai kali ini cukup signifikan, yakni 30 persen.

“Harapannya, ya ada subsidi dari pemerintah. Setidaknya yang 30 persen kenaikan harga itu bisa disubsidi,” ungkapnya, Senin (4/1/2021).

Sebagai produsen tempe yang setiap harinya menghabiskan kedelai 50 kilogram, kenaikan tersebut dinilainya cukup memberatkan. Sebab, ongkos produksi yang dikeluarkan dibandingkan dengan harga jual, produsen tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Sementara apabila kondisi ini berlangsung lama, dihawatirkan usahanya macet dan gagal produksi. Sebagaimana pengalaman sebelumnya, yakni pada 2008 silam, harga kedelai sempat mencapai Rp 9.500 per kilogram. Pada saat itu, banyak juga produsen tahu dan tempe di Pati yang gulung tikar.

Dalam pembuatan tahu maupun tempe, kedelai lokal memang tidak begitu dilirik oleh para produsen. Selain mempunyai bentuk yang kecil, kedelai lokal juga mempunyai rasa yang kurang enak apabila dikonsumsi. Sehingga, terkadang banyak konsumen yang lebih memilih menggunakan kedelai impor.

“Sebagian besa kedelai impor. Karena pengaruhnya adalah pada kualitas dan kuantitas. Kalau kedelai impor dari Amerika kan bentuknya besar, tapi kedelai kola kecil-kecil. Rasanya juga lebih enak kedelai impor. Sebagai produsen, kami kan tentu mengutamakan kenyamanan konsumen, terutama dalam hal rasa,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...