Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Kedelai Impor Melonjak, Produsen Tahu-Tempe di Pati Merugi

MURIANEWS, Pati – Harga kedelai impor hingga saat ini masih belum stabil. Bahkan harganya sudah menyentuh angka Rp 9.500 per kilogram. Kondisi ini sudah berlangsung hingga dua pekan.

Mutlak, kenaikan ini pun membuat produsen tahu maupun tempe merugi. Apabila produsen juga turut menaikkan harga jual, resikonya banyak pelanggan yang kabur.

Salah satu produsen tempe Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil Ashadi mengatakan, kenaikan sudah dua pekan ini yang paling parah. Kalau sebelumnya, kenaikan masih tergolong ringan.

“Kalau sebelumnya harga stabil Rp 7.000 per kilogram. Itu sudah dapat untung. Tapi kalau naiknya sampai Rp 9.500 seperti ini, ya tidak dapat untung,” ungkapnya, Senin (4/1/2021).

Dia menambahkan, dari informasi yang diterimanya, kenaikan harga kedelai impor ini lantaran di Amerika Serikat gagal panen. Sehingga kondisi bisa semakin membaik apabila hasil panen di Amerika melimpah.

“Itu info yang saya terima, kalau ada alasan lain terkait kenaikan ini, ya saya kurang tahu juga,” imbuhnya.

Sementara produsen tahu Desa/Kecamatan Wedarijaksa M Diyono mengatakan, karena adanya kenaikan kedelai impor tersebut, saat ini dirinya sudah merumahkan separuh karyawan. Lantaran, dari produksi yang dilakukan diakui tidak mendapatkan keuntungan.

Dia khawatir kejadian pada tahun 2008 bakal terulang lagi, jika keadaan ini terus berlarut-larut. Mengingat, saat itu banyak produsen tahu dan tempe yang gulung tikar karena bahan baku kedelai mencapai Rp 9.500.

“Kemungkinan kalau nanti tembus sampai Rp 10.000 per kilogram, bakal banyak produsen tahu tempe yang gulung tikar,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...