Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Tanggul Darurat Atasi Banjir Kali Gelis Kudus Ditarget Rampung Hari Ini

MURIANEWS, Kudus – Jebolnya tanggul Kali Gelis pada umat (1/1/2021) lalu, membuat rumah-rumah warga di Dukuhh Goleng Desa Pasuruhan Lor dan Dukuh Setro dan Karangturi di Desa Setrokalangan, Kudus, kebanjiran. Upaya untuk menghentikan banjir dilakukan dengan membangun tanggul darurat.

Senin (4/1/2021) hari ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama sejumlah relawan di Kabupaten Kudus masih memproses pembuatan tanggul darurat di titik jebolnya tanggul Kali Gelis di Dukuh Goleng.

Direktur Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bob Arthur Lombogia saat meninjau lokasi mengatakan, tanggul darurat digunakan sebagai penanganan sementara. Nantinya akan dibangun tanggul permanen.

“Sehingga jangan sampai terjadi banjir-banjir susulan. Ini penanganan dengan tanggul darurat dulu,” katanya Senin (4/1/2020).

Pembuatan tanggul darurat tersebut, diupayakan bisa secepatnya terseleseaikan dengan waktu yang cepat. Sehingga bisa segera membendung jika ada air limpahan lagi dari sungai gelis.

“Kendalanya memang tanah yang harus didrop dari luar. Ini diusahakan secepat mungkin selesai. Kedatangan kami juga meninjau penyebab terjadinya tanggul seperti ini,” ucapnya.

Sementara Pengawas Lapangan BBWS Pemali Juana Nisar Suci Raharjo mengatakan, pihaknya merancang tanggul darurat dengan pagar bambu yang diperkuar dengan sandbag dan geobag. Sehingga bisa menutup sementara tanggul yang sebelumnya jebol.

Baca: Tanggul Kali Gelis di Goleng Kudus Jebol, Belasan Orang Diungsikan

Pihaknya menargetkan pembangunan tanggul darurat itu bisa diselesaikan di hari ini juga. Sehingga banjir yang menggenai permukiman dan persawahan bisa segera surut.

“Yang terpenting tanggul yang jebol sudah bisa tertutup dahulu. Taget kami hari ini pembuatan tanggul sementara sepanjang 40 meter sudah selesai,” jelasnya.

Terkait kendala, pihaknya menjelaskan memiliki kendala untuk pengadaan tanah urukan serta akses jalan yang cuma memiliki satu akses jalan.

“Solusinya kami ambilkan dari bantaran-bantaran sungai yang akses tanahnya agak banyak,” ungkapnya.

Proses pembangunan darurat dilakukan sejak hari Minggu (3/1/2021) kemarin dengan melibatkan warga dan relawan dari berbagai organisasi.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...