Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Nguri-Uri Batik Kudus Lewat Babaran Kedung Paso

MURIANEWS, Kudus – Omah Batik Kudus saat ini melestarikan batik Kudus yang sempat populer di 1990. Bentuk nguri-uri batik itu dilakukan dengan cara membuat batik Babaran Kedung Paso.

Batik ini yang pernah dibuat di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus. MURIANEWS mencoba menyambangi pembuatan batik Babaran Kedung Paso di Omah Batik yang berada di Desa Langgardalem RT IV, RW I, Kecamatan Kota, Kudus.

Di situ, salah seorang pembatik sedang mencanting batik Babaran Kedung Paso motif bunga seruni isen-isen daun asam.

Penanggung Jawab Produksi Omah Batik Kudus Muhammad Fadloli mengatakan, pihaknya tertarik menggali batik Kudus yang populer di 1990. Menurutnya di tahun 1990 batik Babaran Kedung Paso begitu diminati.

Lebih lanjut, Fadloli menyampaikan bahwa Omah Batik sejak berdiri di 2018 memang getol untuk melestarikan batik Kudus. Utamanya batik Kudus di rentang tahun 1960 hingga 1990.

“Yang kami buat ini ciri khasnya motif burung merak. Itu untuk faunanya. Kalau untuk floranya kami pilih bunga seruni. Keduanya bernuansa Kudus zaman dahulu,” katanya, Senin (4/01/2020).

Batik Babaran Kedung Paso yang diproduksi Omah Batik itu tak jauh berbeda dengan yang ada di 1990 silam. Pihak Omah Batik hanya menambahkan sedikit modifikasi.

Yakni motif burung meraknya yang tidak harus menggunakan sayap. Atau ekor burung merak yang dibuat lebih panjang melebihi gambar yang sebenarnya. Kelebihan lainnya yakni untuk warna yang dimunculkan lebih warna-warni.

“Untuk yang kami buat ini ada modifikasi. Burung Meraknya tidak pakem seperti yang tahun-tahun lalu. Burung Meraknya lebih bebas. Bisa juga tanpa sayap dan ekornya bisa kami buat lebih panjang dari yang sebenarnya,” terang Fadloli.

Untuk penjualannya, per kain sarung dengan panjang 2,10 meter dan lebar 115 sentimeter dijual dengan harga kisaran Rp 1,2 juta hingga Rp 3,5 juta. Harga serupa juga berlaku untuk kain dengan lebar 105 sampai 115 sentimeter dengan panjang 250 sentimeter.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...