Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harga Kedelai Impor Melambung, Perajin Tahu di Kudus Mulai Waswas

MURIANEWS, Kudus – Harga kedelai impor sebagai bahan dasar pembuatan tahu di Kabupaten Kudus kini mulai menyentuh harga Rp 9.500 per kilogram. Jumlah tersebut, naik sekitar 30 persen dari harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp 6.500 per kilonya.

Ketua Paguyuban Perajin Tahu Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus Bambamg Sutrisno pun mengakui harga saat ini merupakan harga kedelai yang paling tinggi selama dirinya menekuni usaha pembuatan tahu.

“Ini harga yang paling tinggi, baru pertama kali seperti ini, waswas juga,” katanya ketika dijumpai di pabrik tahunya, Senin (4/1/2021).

Terkait mengapa harga kedelai impor bisa melambung jauh, pihaknya pun masih belum mengetahuinya. Padahal, lanjut dia, tidak ada kelangkaan kedelai di pasaran.

Hanya memang, naiknya bertahap dari hari ke hari. “Sejak pergantian tahun baru kemarin naiknya sudah mulai drastis,” ujarnya.

Walau demikian, naiknya harga kedelai yang merupakan bahan utama pembuatan tahu tersebut belum mempengaruhi permintaan pasar. Karena sampai saat ini, kata dia, permintaan masih stabil-stabil saja.

“Memang ada kenaikan, tapi pedagang masih bisa mengimbangi, konsumen juga masih stabil permintaannya,” terangnya.

Karena hal tersebut, pihaknya juga belum melakukan penurunan produksi. Per harinya, kata dia, pabrik tahu miliknya bisa membuat sekitar 360 papan tahu. Dengan bahan baku tujuh kuintal kedelai.

“Kalau normal biasanya per papan dijual Rp 22 ribu, namun saat ini memang harganya sedikit naik, tapi pasar masih bisa menerima,” kata dia.

Hanya saja, apabila harga kedelai terus menerus mengalami kenaikan, pihaknya khawatir pasar tak bisa menerima harga tahu yang akan di lepas di pasaran. “Di saat itu, kami akan mempertimbangkan untuk berhenti produksi dulu,” tandasnya.

Sementara Asih, salah satu konsumen tahu mengakui adanya kenaikan harga tahu di pasaran. Jika biasanya dia bisa mendapat sepuluh biji tahu kotak dengan harga Rp 6.000, kini dia harus merogoh kocek sekitar Rp 7.500 hingga Rp 8.000.

“Mau bagaimana lagi, karena keluarga suka ya tetap dibeli walau naik,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...