Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Kali Gelis Meluas, Tiga Dukuh Terendam

MURIANEWS, Kudus – Banjir akibat jebolnya tanggul Kali Gelis di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kudus kini meluas ke dua dukuh lain, Sabtu (2/1/2021) malam.

Yakni di Dukuh Karangturi dan Dukuh Setro, di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Sehingga kini banjir menggenangi tiga dukuh di dua desa.

Pantauan di lapangan, satu-satunya akses masuk menuju Dukuh Karangturi kini sudah terendam banjir. Setelah sebelumnya, air hanya menggenangi area persawahan.

Sementara di Desa Setrokalangan, air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Terutama rumah-rumah yang lokasinya segaris dengan jebolnya tanggul.

Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono menuturkan jika air sudah mencapai area Desa Setrokalangan sejak pukul 15.00 WIB.

“Namun sampai saat ini kira-kira air sudah menggenangi 70 persen rumah di desa,” kata dia di lokasi banjir Sabtu (2/1/2021) malam.

Pihaknya pun khawatir, apabila tanggul yang jebol tak segera diatasi, maka cakupan banjirnya bisa lebih meluas lagi.

“Belum dengan tanggul di Karangturi yang kini juga mulai tumpah, semoga ini bisa segera teratasi,” tandasnya.

Sementara untuk kondisi terbaru di Dukuh Goleng sendiri, sampai sore tadi sudah ada sebanyak 154 rumah yang tergenang banjir.

“Ada 168 kepala keluarga dan 670 jiwa yang terdampak,” ucap Camat Jati Andreas Wahyu di lokasi pengungsian.

Baca: Jebolnya Tanggul Kali Gelis Kudus Tambah Parah, Lubang Tikus Diduga Jadi Penyebab Awal

Pihaknya pun mengakui masih belum bisa berbuat banyak untuk menanggul tanggul yang jebol. Karena hingga malam ini, arus air masih sangat deras.

“Tapi alat-alat berat sudah tersedia di sana dari Balai Besar Wilayah Sungai, besok akan kerja bakti mencoba untuk menanggul,” ujar dia.

Sementara untuk warga yang mengungsi, sampai saat ini masih nihil. Andreas mengatakan, banyak warga yang datang ke pengungsian hanya sekadar transit saja. Untuk setelahnya dijemput kerabat pengungsi.

“Sampai saat ini belum ada, lebih pilih mengungsi di kerabat,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...