Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cerita Ganjar Dilarang Makan Anggur dan Diberi Sayap oleh Habib Ja’far Alkaff

MURIANEWS, Semarang – Wafatnya Habib Ja’far Alkaff membuat banyak pihak berduka. Tak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Apalagi, Ganjar mengaku punya banyak kenangan dengan ulama tersebut.

Ganjar mengatakan, selama hidup Habib Ja’far selalu memberikan ketenangan kepada masyarakat dan selalu mengajarkan tentang bagaimana mencintai Tanah Air.

“Beliau ulama kharismatik yang selalu memberikan ketenangan, kalau berbicara adem dan selalu mengajarkan masyarakat tentang cinta tanah air,” kata Ganjar, Sabtu (2/1/2021).

Ganjar bercerita, punya banyak pengalaman unik dan penuh simbol dengan Habib Ja’far. Salah satunya Ganjar dilarang makan anggur saat tengah bersantap bersama Habib Ja’far. Saat itu, Ganjar dianjurkan untuk memakan buah jeruk saja.

Ojo anggur, mengko ndak nganggur (jangan anggur, nanti jadi pengangguran). Jeruk saja, iki artine rejekine dikeruk (rejekinya banyak),” katanya.

Begitu juga ketika makan ayam, Habib Ja’far selalu memotong-motong bagian tertentu dan membaginya dengan orang yang makan bersamanya. Saat itu Ganjar diberi sayap.

“Beliau itu selalu memotong bagian-bagian tertentu. Misalnya kepala, sayap, ceker dan dibagi-bagi pada kami. Beliau memberikan bagian itu sambil bilang, ini buat kamu kepala supaya bisa berpikir, kamu sayap biar bisa terbang ke mana-mana, nah kamu ceker supaya bisa eker-eker rezeki. Saat itu saya dapat bagian sayap, entah apa maksudnya,” ucapnya.

Ganjar juga mengatakan pernah sowan ke Habib Ja’far dan pulang diberi hadiah kacang hijau. Saat itu, Habib memintanya menaburkan kacang hijau itu di halaman rumah Ganjar.

“Saya sampai sekarang tidak mengerti maksud kacang hijau itu apa. Ya, beliau memang penuh simbol-simbol. Namun dibalik sifatnya yang mungkin orang melihat nyleneh, seperti anak kecil, namun beliau memiliki karomah luar biasa. Itulah kenapa banyak sekali masyarakat sampai pejabat yang ingin sowan dengan beliau,” terangnya.

Baca: Ganjar dan Kapolda Jateng Sambut Jenazah Habib Ja’far Alkaff di Bandara

Tak hanya itu, banyak sekali kenangan Ganjar bersama ulama yang dikenal sebagai wali yang memiliki maqom majdub itu. Salah satunya, Habib Ja’far bilang sering mengelilingi rumah dinas Ganjar saat malam hari.

“Beliau itu sering mengatakan pada saya, Pak Gub saya itu sering mengelilingi rumah njenengan, rumah Kapolda, Pangdam pada pukul 02.00 dinihari. Saya tanya, lha buat apa bib, beliau jawab ya biar aman saja,” kenang Ganjar.

Baca: Kisah Habib Ja’far Alkaff yang Prediksi Masa Depan Gus Dur Jadi Presiden

Masyarakat Jawa Tengah lanjut Ganjar pasti merasakan kehilangan dengan wafatnya Habib Ja’far. Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat tidak datang ke Kudus untuk melayat karena kondisi masih pandemi.

“Mari kita doakan beliau dari rumah masing-masing saja, agar tidak menimbulkan kerumunan. Saya juga minta Pemkab Kudus untuk membantu semua pelaksanaan pemakaman dan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...