Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapasitas Rumah Sakit Rujukan Corona di Kudus Dipastikan Masih Aman

MURIANEWS, Kudus – Jumlah tempat tidur di seluruh rumah sakit penanganan pasien corona di Kabupaten Kudus dipastikan masih cukup. Hal tersebut dikarenakan sejumlah rumah sakit mulai menambah jumlah tempat tidur khusus pasien corona.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dokter Andini Aridewi merincikan, ada sebanyak 30 tambahan bed untuk pasien corona di Kudus. Sehingga kini, jumlah total bed untuk pasien corona di Kudus menjadi 317 tempat tidur.

Oleh karenanya, pihaknya memastikan, pasien corona yang ada di Kabupaten Kudus bisa tertangani dengan baik. “Kudus saat ini justru tengah menerima rujukan pasien dari luar daerah,” kata dia, Jumat (1/1/2021).

Sementara Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar mengatakan, pihak RSUD Kudus juga telah menambah ruangan isolasi untuk pasien Covid-19 dengan memanfaatkan ruang anggrek.

Apabila dimaksimalkan, kata dia, Ruang Anggrek akan bisa menampung setidaknya 18 pasien corona.

“Total di RSUD kami menyiapkan 147 ruang isolasi pasien corona. Ini juga sebagai antisipasi ketika terjadi lonjakan pasien,” jelas dia.

Untuk diketahui, ada tujuh rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Kudus. Yakni RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Islam Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Aisyiyah, RS Nurus Syifa dan RS Kartika Husada.

Untuk RSUD Kudus, jumlah pasien dalam wilayah yang kini menjalani perawatan di sana adalah sebanyak 54 pasien. Untuk RS Mardi Rahayu ada sebayak 13 pasien. Kemudian RSI Sunan Kudus ada sebanyak 12 pasien.

Sementara untuk RS Kumalasiwi ada sebanyak lima pasien. Kemudian RS Aisyiyah kini merawat sebanyak 13 pasien. Untuk RS Nurus Syifa kini merawat empat pasien, dan RS Kartika Husada kini merawat sebanyak dua pasien corona.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...