Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sudah Ada Empat Pertashop di Kudus, Tahun Ini Diperkirakan Bertambah

MURIANEWS, Kudus – Saat ini Kabupaten Kudus sudah memiliki empat Pertashop yang tersebar di sejumlah desa. Pertashop ini untuk memfasilitasi warga di daerah yang jauh dari SPBU.

Masing-masing di Desa Singocandi, Desa Klumpit, Desa Bulung Cangkring, dan Desa Getas Pejaten. Rencananya tahun ini jumlah Pertashop di Kota Kretek bakal ditambah demi pemerataan energi.

Pejabat Sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional Jawa Tengah Kevin Kurnia Gumilang mengatakan, saat ini pihaknya berencana melakukan pemerataan Pertashop di Jawa Tengah.

“Kami juga sudah menyurati semua Kabupaten di Jawa Tengah yang belum terjangkau menjadi sasaran kami untuk dibangun Pertashop,” katanya, Jumat (1/01/2020).

Ditanya soal jumlah unit Pertashop yang akan ditambah di Kota Kretek tahun ini, Kevin belum dapat memastikan jumlahnya. Namun, untuk tiap-tiap daerah di Jawa Tengah memang ditarget ada pembangunan Pertashop.

“Untuk di Kudus kami belum tahu akan ditambah berapa. Yang jelas baik Kudus maupun kabupaten lainnya di Jawa Tengah ditarget ada Pertashop sebanyak-banyaknya. Tapi harus melewati proses survei dulu. Mulai dari lokasinya seperti apa dan jaraknya dengan SPBU,” sambungnya.

Menurutnya, selama wilayah masyarakat jauh dari SPBU akan menjadi fokus pembangunan Pertashop. Hal itu bertujuan memudahkan masyarakat yang ingin mengisi bahan bakar.

Lebih lanjut, menurut Kevin Pertashop merupakan penyedia resmi yang dioperasikan oleh Pertamina. Kualitas bahan bakar yang dijual dan harga yang dibayar konsumen juga sama seperti saat membeli di SPBU.

Yakni untuk Pertamax seharga Rp 9 ribu. Seperti yang diketahui, untuk Pertashop di Kudus saat ini memang baru melayani pembelian Pertamax.

“Pertashop itu resmi. HSSE (Health Safety Security and Environment) nya juga sudah tersertifikasi. Kalau selain Pertashop kami tidak bisa jamin misalnya ketika terjadi kebakaran itu mitigasinya nanti seperti apa,” terang Kevin.

Saat ini di Jawa Tengah dan DIY sudah tersedia 106 unit Pertashop yang tersebar di 28 kabupaten. Meliputi 100 unit Pertashop di Jawa Tengah dan 6 unit Pertashop di DIY.

Kevin berharap dengan adanya pemerataan Pertashop dapat memudahkan masyarakat. Utamanya masyarakat yang jauh dari SPBU.

“Harapannya masyarakat lebih mudah dalam mengakses bahan bakar yang setara dengan yang dijual di SPBU. Baik dari segi kualitasnya maupun segi harganya,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...