Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Awal 2021, Corona di Kudus Tembus 3.567 Kasus

MURIANEWS, Kudus – Di awal tahun 2021, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus kembali mencatat penambahan kasus pasien positif corona di Kota Kretek. Yakni sebanyak 41 pasien baru.

Jumlah tersebut pun menambah total akumulasi kasus terkonfirmasi corona di Kabupaten Kudus menjadi 3.567 kasus. Di mana di antaranya, ada sebanyak 322 kasus aktif corona.

Dengan rincian 113 pasien menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan corona di Kudus dan 209 kasus lainnya tengah menjalani isolasi mandiri.

Selain adanya penambahan kasus baru, jumlah pasien sembuh juga mengalami peningkatan. Yakni sebanyak 47 pasien baru yang sembuh. Sehingga menambah total akumulasi pasien sembuh menjadi 2.882 pasien.

Angka kematian pasien corona juga masih mengalami peningkatan dari hari ke hari. Hingga kini, totalnya mencapai 363 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi pun menegaskan masyarakat perlu tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Guna bisa terhindar dari virus corona.

“Tidak ada alasan untuk melonggarkan 3M, bagaimanapun juga itu adalah cara yang efektif mencegah virus tersebut,” ucap Andini Jumat (1/1/2021).

3M sendiri, kata dia, adalah mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika berada di luar rumah, hingga menjaga jarak ketika sedang berada di kerumunan.

“Jika itu bisa diterapkan dengan baik dan benar, maka akan mengurangi resiko terpapar,” katanya.

Andini pun menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis.

Maker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktivitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis, tidak perlu masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih sadar akan etika batuk atau bersin. Mereka, juga diminta untuk mengenakan masker medis ketika tengah mengalami flu dan batuk tersebut.

“Khusus untuk masker medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...